Rayu AS, Iran Tawarkan Ladang Minyak hingga Beli Pesawat!
Iran menyatakan tengah mengupayakan kesepakatan nuklir baru dengan Amerika Serikat yang dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara. Pernyataan itu disampaikan seorang diplomat Iran pada Minggu (15/2/2026), beberapa hari menjelang putaran kedua pembicaraan antara Teheran dan Washington.
Mengutip Reuters, Iran dan AS kembali membuka jalur negosiasi awal bulan ini guna meredakan perselisihan panjang terkait program nuklir Teheran serta mencegah potensi konfrontasi militer baru.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington telah mengirim kapal induk kedua ke kawasan dan tengah mempersiapkan kemungkinan kampanye militer berkelanjutan apabila diplomasi gagal.
Baca Juga: Presiden Israel Diminta Trump Ampuni Netanyahu
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dalam konferensi pers di Bratislava, menyatakan Presiden Donald Trump lebih mengutamakan jalur diplomasi, meski tidak menutup kemungkinan hasil sebaliknya.
“Tidak ada yang pernah berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi kami akan mencoba,” kata Rubio, dikutip dari Reuters, Senin (16/2/2026).
Sebelumnya Iran sempat mengancam akan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang lebih dulu. Namun pada Minggu (15/2/2026), Teheran menunjukkan sikap yang lebih lunak.
“Demi keberlanjutan kesepakatan, sangat penting bahwa AS juga mendapat manfaat di bidang-bidang dengan pengembalian ekonomi yang tinggi dan cepat,” kata Wakil Direktur Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, seperti dilaporkan kantor berita semi-resmi Fars.
“Kepentingan bersama di ladang minyak dan gas, ladang bersama, investasi pertambangan, dan bahkan pembelian pesawat termasuk dalam negosiasi,” lanjut dia.
Negosiasi di Jenewa dan Sikap Iran soal Pengayaan Uranium
Ghanbari juga menilai pakta nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar belum mampu mengamankan kepentingan ekonomi AS. Diketahui, pada 2018 Trump menarik AS dari perjanjian tersebut dan kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Menurut sumber Reuters, delegasi AS yang terdiri dari utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu pejabat Iran di Jenewa pada Selasa. Pertemuan ini kemudian dikonfirmasi oleh pejabat senior Iran.
“Steve Witkoff dan Jared Kushner akan melakukan perjalanan, saya pikir mereka sedang melakukan perjalanan sekarang, untuk mengadakan pertemuan penting dan kita akan melihat bagaimana hasilnya,” kata Rubio tanpa merinci lebih jauh.
Baca Juga: Arab Saudi-RI Akan Satukan Standar Label Halal di Seluruh Dunia
Berbeda dengan perundingan 2015 yang bersifat multilateral, negosiasi kali ini berlangsung terbatas antara Iran dan AS, dengan Oman bertindak sebagai mediator. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dilaporkan telah bertolak ke Jenewa untuk mengikuti pembicaraan tidak langsung dengan AS serta bertemu pejabat badan pengawas nuklir PBB, IAEA.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyatakan kesiapan negaranya untuk berkompromi terkait program nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi.
Ia mengatakan kepada BBC bahwa bola “ada di tangan Amerika untuk membuktikan bahwa mereka ingin melakukan kesepakatan.”
Pejabat senior Iran itu merujuk pada pernyataan kepala atom Iran yang menyebut negaranya dapat setuju mengurangi tingkat pengayaan uranium tertinggi sebagai bentuk fleksibilitas, asalkan sanksi dicabut.
Meski demikian, Teheran menegaskan tidak akan menerima pengayaan uranium nol, yang selama ini menjadi salah satu tuntutan utama Washington. AS memandang pengayaan di dalam negeri Iran sebagai potensi jalur menuju senjata nuklir, sementara Iran berulang kali membantah memiliki ambisi tersebut.
Baca Juga: Trump Melunak ke Xi Jinping? AS Mulai Ubah Strategi Lawan China

[…] Rayu AS, Iran Tawarkan Ladang Minyak hingga Beli Pesawat! […]