Trump Mulai Habis Sabar, Iran Terancam Diserang
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa Pakistan masih aktif berperan sebagai mediator dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat di tengah memanasnya konflik kedua negara.
Baghaei menjelaskan, Pakistan yang sebelumnya menjadi tuan rumah pembicaraan damai AS-Iran bulan lalu terus memfasilitasi pertukaran pesan antara Teheran dan Washington. Ia menyebut sejumlah komunikasi yang berlangsung sejauh ini mengacu pada 14 poin kerangka kerja awal yang diajukan Iran.
Baca Juga : Teheran Klaim Punya Senjata Baru, Ancam Tak Akan Tahan Diri Lagi
Sebagai bagian dari upaya diplomatik tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Teheran pada Kamis. Lawatan itu bertujuan menjembatani komunikasi intensif agar konflik tidak berkembang menjadi eskalasi militer yang lebih luas.
Meski jalur diplomasi masih dibuka, pembicaraan damai disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Iran dan AS masih terjebak dalam kebuntuan di tengah blokade strategis yang saling dilakukan.
Iran hingga kini masih memblokir Selat Hormuz, sementara Washington membalas dengan memblokade sejumlah pelabuhan utama Iran. Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) diketahui melintasi Selat Hormuz setiap harinya.
Namun aktivitas pelayaran internasional di jalur tersebut hampir lumpuh total sejak serangan udara gabungan AS dan Israel menghantam Iran pada 28 Februari lalu.
Trump Mulai Kehilangan Kesabaran
Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan serangan baru terhadap Iran jika jalur diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan.
Berbicara kepada wartawan di Pangkalan Bersama Andrews pada Rabu, Trump menegaskan militer AS telah berada dalam kondisi siaga penuh.
“Percayalah, jika kita tidak mendapatkan jawaban yang benar, ini akan berjalan sangat cepat. Kami semua siap untuk bergerak,” tegas Trump.
Saat ditanya mengenai batas waktu yang diberikan kepada Teheran, Trump mengisyaratkan keputusan militer bisa diambil dalam waktu dekat.
“Bisa beberapa hari, tapi itu bisa terjadi dengan sangat cepat,” jawab Trump.
Baca Juga : UEA Percepat Jalur Minyak, Proses Hampir Selesai Demi Hindari Hormuz
Trump diketahui beberapa kali mengancam akan melancarkan serangan besar ke Iran apabila negosiasi damai menemui kegagalan. Ia bahkan mengaku sempat hampir memerintahkan serangan pada Selasa lalu sebelum akhirnya memutuskan menundanya.
Ancaman Washington tersebut langsung direspons keras oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran atau IRGC. Kelompok elite militer Iran itu memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah dapat meluas ke luar kawasan jika AS dan Israel kembali melancarkan serangan udara.
