Trump Sebut Iran Jalankan Pabrik Narkoba dan Nuklir, Mau Dibasmi?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menyampaikan alasan lain yang disebutnya mendasari serangan militer terhadap Iran. Dalam rapat umum di Durant, Oklahoma, Kamis (1/10/2026), Trump mengklaim Iran tidak hanya menjalankan aktivitas nuklir, tetapi juga “menjalankan narkoba”.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump membahas kembali serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dalam Operation Midnight Hammer pada 22 Juni 2025.
Trump mengatakan fasilitas yang menjadi sasaran serangan AS tidak hanya digunakan untuk pengayaan uranium, tetapi juga disebutnya sebagai lokasi produksi narkoba.
“Mereka [tentara AS] berangkat dari Missouri, lalu pada pukul satu dini hari—tanpa cahaya bulan, dalam kegelapan pekat—mesin-mesin luar biasa yang dikemudikan oleh para pilot paling hebat di dunia itu menjatuhkan setiap bom, yang meluncur tepat melalui saluran udara menuju pabrik-pabrik narkoba itu,” ujar Trump, dikutip The Independent.
Baca Juga : Subsidi BBM Dikurangi, IMF Setujui Pinjaman untuk Bolivia
“Itulah yang mereka lakukan. Mereka bergerak di bidang nuklir dan narkoba. Mereka terlibat dalam narkoba, tetapi juga menjalankan aktivitas nuklir. Pabrik-pabrik narkoba sekaligus pabrik nuklir tersebut dihantam dengan sangat keras,” lanjutnya.
Trump Baru Kaitkan Serangan Iran dengan Isu Narkoba
The Independent mencatat pernyataan tersebut menjadi kali pertama Trump menyebut isu narkoba sebagai salah satu faktor dalam serangan terhadap Iran.
Sementara itu, upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan salah satu alasan yang paling konsisten disampaikan Trump selama konflik tersebut.
Trump sendiri diketahui kerap mengangkat isu perdagangan narkoba ketika menjelaskan tindakan militer AS terhadap negara lain selama masa pemerintahannya. Pemerintahannya telah melancarkan puluhan operasi penembakan terhadap kapal-kapal di kawasan Pasifik timur dan Karibia yang dituduh membawa narkoba menuju AS.
Pada Januari, AS juga menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Maduro kini menghadapi dakwaan narkoterorisme dan konspirasi setelah dituduh terlibat dalam penyelundupan kokain ke AS.
Alasan Trump soal Perang Iran Berubah-ubah
Pernyataan terbaru mengenai narkoba muncul setelah Trump sebelumnya menyampaikan sejumlah tujuan berbeda terkait perang yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Iran pada Februari 2026.
Menurut laporan NPR pada Maret 2026, alasan dan tujuan yang disampaikan Trump terkait perang Iran mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Pada awal konflik, Trump menyerukan masyarakat Iran untuk mengambil alih pemerintahan dan kemudian membahas kemungkinan pergantian rezim. Ia juga sempat menuntut Iran melakukan penyerahan tanpa syarat.
Namun, pada Juni 2026, Trump mengatakan kepada wartawan di Prancis bahwa pergantian rezim tidak pernah menjadi perhatiannya.
Baca Juga : Serangan Houthi Picu Kebakaran di Fasilitas Minyak Aramco?
Trump bahkan menegaskan perubahan rezim tidak pernah menjadi bagian dari tujuan pemerintahannya. Ia juga menyebut pergantian pemerintahan yang pernah dilakukan di sejumlah negara tidak selalu menghasilkan kondisi yang baik.
Selat Hormuz Jadi Salah Satu Fokus Trump
Ketika pergantian rezim tidak terjadi dan Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting di kawasan, Trump kemudian menjadikan pembukaan kembali jalur tersebut sebagai salah satu alasan dalam menghadapi Iran.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat dukungan yang rendah dari responden AS terhadap cara Trump menangani konflik tersebut.
Survei CNN/SSRS yang dilakukan pada 16-17 September terhadap 1.206 responden dengan sampel representatif menemukan 73 persen responden tidak menyetujui cara Trump menangani konflik Iran.
Sekitar 75 persen responden juga mengatakan Trump tidak memiliki rencana yang jelas terkait perang Iran. Sementara itu, 25 persen responden menilai Trump memiliki rencana yang jelas.
