Turkiye Bantah Tuduhan Netanyahu Tampung Pemimpin Hamas
Pemerintah Turkiye mengecam tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut Ankara menampung para pemimpin Hamas.
Kecaman tersebut disampaikan Direktur Komunikasi Kepresidenan Turkiye Burhanettin Duran setelah Netanyahu menyampaikan tuduhan itu dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Duran menilai pernyataan Netanyahu merupakan upaya pengalihan isu dan tidak dapat menghapus persoalan yang terjadi di Gaza maupun proses hukum internasional.
Baca Juga: Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Menurut Duran, penggunaan forum global oleh Netanyahu untuk menyerang Turkiye juga bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung PBB.
“Penggunaan mimbar Majelis Umum PBB oleh Netanyahu untuk melontarkan tuduhan tak berdasar terhadap Turkiye dan Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak sejalan dengan cita-cita perdamaian, hukum, dan dialog yang diwakili oleh PBB,” ujar Duran.
Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap pidato Netanyahu di markas PBB pada Kamis (24/9/2026), sebagaimana dilansir AFP.
Dalam pidatonya, Netanyahu menyerang sejumlah pihak yang dianggap sebagai musuh maupun sekutunya hingga memicu kericuhan di ruang sidang.
Puluhan utusan dari berbagai negara memilih meninggalkan ruangan ketika Netanyahu mulai berbicara.
Sejumlah delegasi bahkan menyoraki dan mencemooh Netanyahu, sedangkan delegasi Israel berdiri dan memberikan tepuk tangan.
Ketua sidang kemudian harus meminta para hadirin untuk menjaga ketertiban di tengah situasi yang memanas.
Di tengah kegaduhan tersebut, Netanyahu secara khusus melontarkan tuduhan terhadap Turkiye.
Dia menuding pemerintah Turkiye menyembunyikan para pemimpin kelompok Hamas.
“Negara terbaru yang menjadi penyebar utama kebohongan antisemit (adalah Turkiye),” sebut Netanyahu dalam pidatonya.
“Erdogan adalah seorang tiran. Ia juga menampung para pemimpin teror Hamas,” tambahnya.
Baca Juga: Netanyahu Serang Musuh dan Sekutu di PBB, Delegasi Walk Out
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan selama ini dikenal vokal dalam merespons konflik di Timur Tengah.
Erdogan berulang kali mendesak para pemimpin dunia memberikan tekanan lebih besar kepada Israel terkait perang di Gaza.
Dia juga secara konsisten menyerukan agar negara-negara di dunia mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka.
