Ukraina Hancur Dihantam 90 Rudal Rusia, Oreshnik Mengerikan
Rusia dilaporkan melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak perang dengan Ukraina pecah pada 2022. Dalam operasi tersebut, Moskow disebut menembakkan sekitar 90 rudal dan 600 drone, termasuk rudal hipersonik Oreshnik yang diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir.
Serangan besar itu menghantam ibu kota Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Senin (25/5/2026) dini hari waktu setempat. Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka akibat rentetan serangan tersebut.
Baca Juga : China Kerahkan 100 Kapal di Laut China Selatan hingga Pasifik
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menggambarkan malam tersebut sebagai salah satu yang paling mencekam sejak perang dimulai.
“Ini adalah malam yang mengerikan bagi Kyiv. Saat ini, tim penyelamat sedang memadamkan api dan membersihkan puing-puing. Petugas medis memberikan bantuan kepada para korban,” ujarnya melalui Telegram.
Ledakan terdengar di berbagai titik kota sejak sekitar pukul 01.00 dini hari, menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan termasuk apartemen, sekolah, kantor, dan fasilitas publik. Bahkan gedung Kementerian Luar Negeri Ukraina dilaporkan mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia telah beberapa kali menggunakan rudal hipersonik Oreshnik sejak invasi besar dimulai pada 2022. Rudal tersebut disebut memiliki jangkauan ribuan kilometer dan kemampuan membawa muatan nuklir.
Dalam serangan terbaru, rudal itu menghantam Bila Tserkva, kota berpenduduk sekitar 200.000 jiwa yang terletak puluhan kilometer dari Kyiv.
“Penting agar ini tidak dibiarkan tanpa konsekuensi bagi Rusia,” kata Zelenskyy. Ia mendesak Amerika Serikat, Eropa, dan sekutu lain untuk memberikan respons.
Serangan Balasan dan Klaim Rusia
Rusia menyatakan serangan ini sebagai balasan atas serangan Ukraina ke wilayah sipil di negaranya. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menargetkan pusat komando militer, pangkalan udara, hingga fasilitas industri pertahanan Ukraina menggunakan rudal seperti Oreshnik, Iskander, Kinzhal, dan Zircon.
Namun pihak Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak menyerang warga sipil Rusia.
Dampak di Lapangan
Di Kyiv, ribuan warga dilaporkan berlarian menuju stasiun metro untuk berlindung selama rentetan ledakan berlangsung berjam-jam. Serangan juga menyebar ke wilayah lain seperti Cherkasy, di mana sebuah drone menghantam gedung apartemen dan melukai belasan orang.
Baca Juga : Trump Terpaksa Sepakat dengan Tuntutan Iran atau Kalah?
Saat pagi tiba, asap tebal masih terlihat di berbagai titik kota. Tim penyelamat terus mengevakuasi korban dari bangunan yang rusak parah, termasuk apartemen lima lantai yang dilaporkan mengalami kerusakan struktural serius.
Presiden Zelenskyy sebelumnya telah memperingatkan adanya indikasi serangan besar ini berdasarkan intelijen dari Ukraina dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pernah mengklaim bahwa rudal Oreshnik hampir mustahil dicegat karena kecepatannya yang melebihi 10 kali kecepatan suara.
