5 Negara dan Wilayah Jadi Target Trump Setelah Venezuela, Ada Indonesia?
Ketegangan geopolitik dunia meningkat secara signifikan menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Militer Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump menegaskan misi negaranya untuk memastikan dominasi mutlak di Belahan Bumi Barat serta mengamankan kebebasan aliran sumber daya energi.
Trump menyatakan bahwa dominasi Amerika di wilayah tersebut tidak boleh dipertanyakan lagi dan menginginkan negara-negara di sekitarnya menjadi sukses agar minyak dapat mengalir dengan bebas.
“Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi,” kata Trump dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Situasi ini memicu gesekan diplomatik di lima wilayah strategis sebagai berikut:
1. Greenland: Rebutan Keamanan Nasional dengan Rusia-China
Trump secara terbuka menyatakan keinginan AS untuk mencaplok Greenland dari Kerajaan Denmark dengan alasan keamanan nasional dan kekayaan sumber daya alam. Ia menilai posisi Greenland sangat strategis di tengah keberadaan kapal-kapal Rusia dan China, serta menganggap Denmark tidak mampu menjaga wilayah tersebut.
Baca Juga: Nicolas Maduro di Pengadilan AS: Saya Tidak Bersalah, Saya Orang Baik – Economix
“Kami butuh Greenland. Wilayah itu sangat strategis. Kapal-kapal Rusia dan China ada di mana-mana di sana,” ujar Trump.
Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menyatakan bahwa retorika tersebut tidak dapat diterima dan menegaskan bahwa Greenland adalah negara demokratis, bukan objek kekuatan besar.
“Kami adalah negara demokratis, bukan objek dalam retorika kekuatan besar,” ujarnya.
2. Kolombia: Isu Kokain dan Ancaman Operasi Militer
Hubungan bilateral AS dengan Kolombia mencapai titik terendah setelah Trump menyerang Presiden Gustavo Petro dengan tuduhan terkait produksi kokain. Trump bahkan memberikan sinyal positif terhadap kemungkinan operasi militer di sana.
Presiden Petro membalas dengan memaparkan data penyitaan kokain terbesar dalam sejarah pemerintahannya dan menyatakan kesiapan untuk mengangkat senjata demi membela kedaulatan jika terjadi invasi AS.
3. Kuba: Menanti Kehancuran Ekonomi
Terhadap Kuba, Trump memprediksi keruntuhan ekonomi negara tersebut akan terjadi secara alami setelah kehilangan pasokan minyak gratis dari Venezuela, sehingga intervensi militer mungkin tidak diperlukan.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan adanya masalah besar bagi pemerintah Kuba, sementara Presiden Miguel Díaz-Canel menegaskan rakyatnya siap mempertahankan aliansi Kuba-Venezuela.
Baca Juga: Dampak Konflik AS-Venezuela ke Indonesia, Airlangga dan Purbaya Buka Suara – Economix
4. Meksiko: Tekanan Kartel dan Kedaulatan
Trump menekan Meksiko terkait kegagalan membendung arus narkoba dan mengklaim telah menawarkan bantuan militer untuk menumpas kartel. Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menolak keras campur tangan militer AS di tanah Meksiko, meskipun tetap menyatakan kesediaan untuk bekerja sama secara kemanusiaan dalam mencegah peredaran fentanyl.
5. Iran: Siaga Tempur
Di Timur Tengah, Trump memperingatkan Teheran untuk tidak melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah dengan ancaman serangan militer yang keras.
“Jika mereka mulai membunuh orang, mereka akan dipukul sangat keras oleh Amerika Serikat. Kami sudah lsiap tempur,” kata Trump.
Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari aksi pengeboman fasilitas nuklir Iran oleh AS pada Juni 2025. Menanggapi ancaman tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada tekanan Amerika Serikat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Serangan AS ke Venezuela Tak Berdampak Signifikan ke Ekonomi RI – Economix

[…] 5 Negara dan Wilayah Jadi Target Trump Setelah Venezuela, Ada Indonesia? […]