5 Pelajaran Kepemimpinan Terakhir dari Warren Buffett
Warren Buffett mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway dengan surat Thanksgiving yang penuh refleksi. Dalam surat sepanjang tujuh halaman itu, investor legendaris yang dijuluki “Penyihir dari Omaha” ini menyampaikan pandangan hidup dan prinsip kepemimpinan yang ia pegang selama lebih dari lima dekade.
Buffett menulis tentang rendah hati, tanggung jawab, kejujuran, serta pentingnya terus berkembang.
“Pilihlah panutanmu dengan hati-hati, lalu teladani mereka. Kamu tak akan pernah sempurna, tetapi selalu bisa menjadi lebih baik,” tulisnya.
Baca juga: Kenapa Harus Investasi Mulai Sekarang? Ini 6 Alasannya!
Berikut ini lima pelajaran penting yang disampaikan Buffet dalam suratnya:
1. Selalu Rendah Hati
Kerendahan hati menjadi pesan pertama yang ia soroti. Buffett menekankan bahwa setiap orang memiliki nilai yang sama, apapun pekerjaannya.
“Ingatlah, petugas kebersihan sama berharganya dengan seorang ketua dewan sebagai manusia,” tuturnya.
Ia juga mengakui keberuntungan yang ikut membentuk perjalanan hidupnya.
“Saya lahir dengan cukup cerdas, sehat, berkulit putih, laki-laki, dan di Amerika. Wow! Terima kasih, Lady Luck,” tutur Buffett.
2. Belajar dari Kesalahan
Buffett mengakui telah membuat banyak kesalahan dalam hidupnya. Salah satu yang ia sesalkan adalah kelalaian bertindak ketika seorang CEO yang berada di bawah Berkshire mulai menunjukkan tanda-tanda demensia.
“Charlie dan saya menghadapi situasi ini beberapa kali dan gagal bertindak. Itu bisa menjadi kesalahan besar,” tulisnya, mengacu pada rekannya, Charlie Munger.
Ia menegaskan bahwa dewan harus cepat tanggap dan berani berbicara ketika muncul tanda-tanda risiko serupa.
3. Pilih Pemimpin yang Benar
Untuk masa depan Berkshire, Buffett berharap perusahaan hanya dipimpin lima atau enam CEO berkualitas selama seratus tahun ke depan. Ia memperingatkan untuk tidak menunjuk pemimpin yang memiliki motivasi keliru.
“Hindari mereka yang hanya ingin pensiun di usia 65, mengejar kekayaan pribadi, atau membangun dinasti,” ucapnya.
Baca juga: Akhiri Era 60 Tahun di Berkshire Hathaway, Warren Buffett Pamit
4. Pikirkan Obituary
Buffett menyarankan semua orang untuk memikirkan bagaimana mereka ingin dikenang setelah wafat, lalu menjalani hidup selaras dengan itu. Ia menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.
Walaupun segera lengser, Buffett berjanji tetap menulis surat tahunan dan going quiet.
5. Jangan Memerintah dari Dalam Kubur
Buffett memuji penerusnya, Greg Abel, yang akan mengambil alih posisinya. Ia menyebut Abel sebagai manajer hebat, pekerja keras, dan komunikator jujur. Ia juga percaya ketiga anaknya mampu meneruskan pengelolaan kekayaan keluarga dan kegiatan filantropi.
Ia menegaskan tidak akan mengatur apa pun setelah meninggal. “Memerintah dari dalam kubur jarang berhasil, dan saya tak pernah ingin melakukannya,” pungkas dia.

[…] 5 Pelajaran Kepemimpinan Terakhir dari Warren Buffett […]
[…] Baca Juga: Warren Buffett Berikan 5 Pelajaran Kepemimpinan Terakhir […]