Warren Buffett Pamit! Akhiri Era 60 Tahun di Berkshire Hathaway
Chief Executive Officer (CEO) legendaris Berkshire Hathaway, Warren Buffett, resmi menutup perjalanan panjang kepemimpinannya setelah hampir enam dekade menahkodai perusahaan investasi raksasa tersebut. Dalam surat tahunan terakhirnya kepada pemegang saham, pria berusia 95 tahun itu mengumumkan bahwa tahun 2025 menjadi akhir masa baktinya sebagai CEO.
Dilansir dari Reuters, Buffett menulis bahwa dirinya akan “going quiet”, namun tetap datang ke kantor setiap hari. Keputusan ini menandai berakhirnya era yang membentuk wajah investasi global selama lebih dari setengah abad.
Meski mundur dari jabatan tertinggi, Buffett menegaskan tidak benar-benar pensiun, dan akan tetap menjabat sebagai Chairman Berkshire Hathaway sekaligus pemegang saham utama. Seperti tradisi setiap tahunnya, Buffett akan tetap menulis pesan tahunan untuk investor setiap Hari Thanksgiving, simbol bahwa semangat dan visinya masih hidup dalam tubuh Berkshire.
Baca juga: BI Jaga Fokus Stabilitas, RUU Redenominasi Rampung 2027
Tongkat Estafet Berpindah ke Greg Abel
Posisi CEO kini akan dipegang oleh Greg Abel (63 tahun), Wakil Ketua Divisi Non-Asuransi Berkshire yang telah lama disiapkan sebagai penerus sejak 2021. Mulai tahun depan, Abel akan mengambil alih seluruh tanggung jawab operasional, termasuk menulis surat tahunan dan memimpin rapat akbar pemegang saham.
Buffett menyebut Abel sebagai sosok berintegritas tinggi dengan kemampuan manajerial yang luar biasa. Dukungan penuh dari dewan direksi dan keluarga Buffett memastikan proses suksesi ini berlangsung lancar dan terencana.
Donasi Filantropi Rp 2.400 Triliun
Dalam surat yang sama, Buffett juga mengumumkan langkah besar dalam perjalanan filantropinya. Dengan berkomitmen menyumbangkan seluruh saham Berkshire Hathaway miliknya, senilai US$ 149 miliar atau sekitar Rp 2.400 triliun, kepada yayasan keluarga yang dikelola oleh ketiga anaknya, Susie, Howard, dan Peter.
Sebagai tahap awal, Buffett telah mengkonversi 1.800 saham kelas A senilai US$ 1,35 miliar menjadi saham kelas B untuk disalurkan ke empat yayasan keluarga. Langkah ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu dermawan terbesar dunia, setelah sebelumnya menyalurkan lebih dari separuh kekayaannya sejak 2006, termasuk kepada Bill & Melinda Gates Foundation.
Baca juga: Indonesia Butuh 6 Juta Peternak Baru untuk Pasok MBG
Penutup Sebuah Era
Keputusan mundur ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan akhir dari era emas kepemimpinan Warren Buffett, simbol kesabaran, integritas, dan investasi jangka panjang.
Meskipun memilih “diam”, jejak dan filosofi investasi Buffett akan terus hidup di setiap keputusan bisnis yang terinspirasi olehnya, menegaskan bahwa sang “Oracle of Omaha” tak pernah benar-benar pergi.
