Prabowo Kritik Neoliberal, Sebut Ekonomi RI 30 Tahun Terdampak
Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak mempercayai paham ekonomi neoliberal.
Menurut dia, selama 30 tahun terakhir ekonomi Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh konsep tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026.
Ia menilai arah kebijakan ekonomi yang berkembang selama tiga dekade terakhir belum mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.
“Di masa 30 tahun yang terakhir ini, kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945,” tutur Prabowo.
Baca Juga: Prabowo: Sekarang Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri
Dia menyebut kondisi tersebut bukan kesalahan individu atau pihak tertentu.
Menurut Prabowo, hal itu terjadi karena sebagian elite meyakini sistem kapitalisme dan neoliberalisme ala Barat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam waktu cepat.
Namun, ia menilai keyakinan tersebut tidak terbukti setelah diterapkan selama puluhan tahun.
“Ternyata setelah tiga dasawarsa kita melihat, tidak benar. Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme, neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak,” ujar dia.
Prabowo juga menyebut sejumlah negara mulai meninggalkan pendekatan ekonomi neoliberal. Ia menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang masih mempertahankan konsep tersebut.
“Tidak ada dan pemimpin barat sekarang mereka sudah meninggalkan neolib, Amerika, Eropa dan Eropa Barat. Hanya di kita, saya gak paham ada orang-orang pintar, terlalu pintar mungkin,” tutur dia.
Menurut dia, salah satu prinsip neoliberal yang tidak ia yakini adalah anggapan bahwa pertumbuhan kekayaan kelompok atas secara otomatis akan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Pengusaha yang Tak Bayar Utang Triliunan Disentil Keras Prabowo
“Biar yang kaya hanya satu persen, klo mereka kaya lama-lama kekayaannya netes ke bawah, kalian percaya gak akan netes ke bawah?” kata Prabowo.
Sebagai alternatif, ia pun mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan asas kekeluargaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Dia menegaskan tidak akan mundur meski kebijakannya mendapat kritik.
“Kita jalan terus kita tidak ragu-ragu kita berada di jalan yang benar membela rakyat dan kehormatan bangsa Indonesia,” pungkas dia.
