Investasi Data Center AI RI Diproyeksi Capai Rp360 T
Pemerintah Indonesia membuka peluang masuknya investasi besar dari perusahaan teknologi global untuk pengembangan pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) data center.
Nilai investasi yang disiapkan untuk memperluas kapasitas data center nasional diproyeksikan mencapai Rp360 triliun.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan AI di kawasan Asia.
Hal itu didukung oleh sumber daya mineral, populasi muda yang melek teknologi, serta pembangunan infrastruktur digital.
Baca Juga: Prabowo Sebut BUMN Kerap Jadi Sumber Korupsi, Koruptor Harus Sadar
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Monthly Economic Diplomatic Breakfast bertema “Beyond Uncertainty: Building Indonesia’s Next Economy”, pada Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data KORIKA, Indonesia menjadi pasar AI terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang dengan nilai pasar sekitar 70 miliar dollar AS atau 6,4 persen dari potensi pasar AI regional.
Menurut Airlangga, pengembangan AI membutuhkan dukungan pusat data yang kuat sebagai fondasi utama infrastruktur digital.
Saat ini, Indonesia telah memiliki 182 data center yang sebagian besar berada di Jakarta dengan 94 pusat data dan Batam sebanyak 16 pusat data.
“Indonesia siap memenuhi permintaan ini secara berkelanjutan dengan memperluas arsitektur energi terbarukan, yang ditargetkan akan mengerahkan hingga 100 GW kapasitas energi surya dan campuran energi terbarukan selama beberapa dekade mendatang,” terang dia
Selain infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung industri teknologi.
Airlangga menyebut meningkatnya investasi data center akan membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia.
Ia mencontohkan kerja sama Arm Ltd dengan Nvidia dan Danantara yang akan melatih serta merekrut 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem teknologi, mulai dari pengembangan semikonduktor, chip, hingga pusat data AI.
“Kuncinya ini kan seluruhnya adalah SDM. Jadi targetnya arahan Pak Presiden 15.000 engineers dan pekerja Indonesia bisa masuk di dalam Arm ekosistem,” ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan investasi untuk memperbesar kapasitas pusat data nasional bisa mencapai puluhan miliar dollar AS. Saat ini, kapasitas data center yang sudah tersedia mencapai 580 megawatt (MW), sementara tambahan kapasitas sekitar 1,3 gigawatt (GW) tengah dipersiapkan.
“Yang sudah itu 580 MW itu mungkin setara US$ 1 juta per MW. Nah kemudian kalau tambahan lagi sekitar 1,3 GW ya, ini yang sekarang di Batam itu juga investasinya sekitar US$ 15-20 miliar (Rp 270 triliun – Rp360 triliun kurs Rp18.000/US$) yang sudah on the pipeline,” tegas dia.
Baca Juga: Prabowo Ungka Sedih Kekayaan RI Dicuri, Negara Asing Disinggung
Sejumlah perusahaan teknologi disebut mulai tertarik mengembangkan data center di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Firmus Technologies asal Australia yang bekerja sama dengan Nvidia Corp, serta BUMN seperti PT Telkom.
“Perusahaannya salah satu yang Nvidia bekerja sama dengan Australia, kemudian ada yang direct perusahaan Telkom sendiri akan invest, kemudian di Karawang ini juga hampir seluruh Big Tech itu akan mengembangkan ekspansi daripada data center,” paparnya.
Untuk mendukung pertumbuhan industri tersebut, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung seperti energi terbarukan, jaringan fiber optik, dan kabel bawah laut.
“Selain semiconductor kan kita juga interkoneksi dengan global. Salah satunya nanti juga tanggal 20 kita akan resmikan tambahan landing daripada fiber optic cable dari Batam ke Singapura. Kita punya dua landing cable. Satu ke Singapura kemudian ke global,” punglas dia.
