Trump Ancam Iran dengan 1.000 Rudal Jika Jadi Target Pembunuhan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Iran jika pemerintah Teheran melakukan atau mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social yang dikutip Reuters.
Ia mengaku telah memerintahkan militer AS untuk bersiap menghadapi kemungkinan tersebut.
“1000 rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak sesuai dengan ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!” tulis Trump.
Baca Juga: AS Serang Jalur Kereta Iran yang Terhubung ke China, Kenapa?
Dia juga menegaskan bahwa militer AS telah menerima instruksi untuk melancarkan operasi terhadap Iran apabila ancaman itu benar-benar terjadi.
“Perintah telah diberikan, militer AS siap, bersedia, dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk memusnahkan dan menghancurkan sepenuhnya semua wilayah Iran,” lanjut dia.
Israel Klaim Ada Ancaman terhadap Trump
Ancaman Trump muncul setelah Israel dilaporkan menyerahkan dokumen intelijen terbaru kepada AS.
Dokumen tersebut diklaim memuat indikasi adanya rencana baru dari Iran untuk membunuh Trump.
Namun, hingga kini Kedutaan Besar Israel di Washington maupun Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan intelijen tersebut.
Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga belum merespons isu yang beredar.
Saat berbicara kepada wartawan di Ankara, Turkiye, pada Rabu (8/7/2026), Trump kembali menyinggung ancaman terhadap keselamatannya.
“Mereka ingin menyingkirkan pemimpin Amerika Serikat, saya,” kata Trump.
“Saya ada di setiap daftar (target pembunuhan) mereka. Saya melihat pagi ini, saya ada di setiap daftar mereka. Sejauh ini saya mungkin masih sedikit beruntung, tetapi itu mungkin tidak akan bertahan lama,” lanjut dia.
Laporan media setempat menyebutkan tingkat ancaman keamanan yang tinggi membuat Trump mengganti pesawat kepresidenan yang digunakannya sebelum kembali dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara.
Baca Juga: 4 Strategi Baru Hadapi Konflik dengan AS Disiapkan Iran
Seruan Anti-AS Menggema di Pemakaman Khamenei
Ketegangan antara Washington dan Teheran juga terlihat dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sejumlah pelayat dilaporkan meneriakkan slogan anti-Amerika dan menyerukan pembalasan atas kematian Khamenei.
Ali Khamenei meninggal dunia setelah Teheran dibombardir dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk cucu yang masih berusia 14 bulan.
Peristiwa itu memicu gelombang serangan balasan ke sejumlah negara Teluk yang dianggap memiliki hubungan dengan AS dan Israel, sehingga memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
