Airlangga Ajak China Bangun Pabrik dan Perkuat Investasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, sebagai bagian dari upaya memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–China di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari tata kelola kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di tingkat global, peningkatan perdagangan bilateral, hingga percepatan investasi di berbagai sektor strategis.
China juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Kehadiran Indonesia dinilai penting karena mewakili negara dengan populasi besar dan salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan.
Baca Juga : Trump Tuding China Ikut Campur Urusan Pemilu, Intelijen Bantah
“Melalui WAICO ini, Pemerintah Indonesia mengharapkan pengembangan tata kelola AI global mengedepankan prinsip pemerataan manfaat pembangunan, pendekatan yang berpusat pada manusia dan kedaulatan nasional, multilateralisme yang inklusif serta koheren dan sesuai dengan UN Principles,” tulis keterangan resmi Kemenko Perekonomian, dikutip Minggu (19/7/2026).
Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara pendiri WAICO, Airlangga juga mengusulkan kepada Wang Yi agar Indonesia memperoleh salah satu posisi strategis dalam struktur sekretariat organisasi tersebut.
Ajak China Bangun Kawasan Industri di Indonesia
Di sektor investasi, Airlangga kembali menawarkan penguatan kerja sama pembangunan kawasan ekonomi dan industri melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).
Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan besar asal China untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri modern yang mengintegrasikan sektor manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital.
Selain itu, Airlangga juga menyoroti peluang kerja sama dalam investasi hijau. Pemerintah, kata dia, siap mempercepat implementasi proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW beserta Battery Energy Storage System (BESS), termasuk pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.
Perdagangan dan APEC 2026 Jadi Bahasan
Dalam bidang perdagangan, Airlangga menekankan pentingnya memperluas akses pasar bagi produk-produk ekspor Indonesia ke China yang selama ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia.
Baca Juga : Wapres AS Tuding Pejabat Israel Manipulasi Opini Terkait AS
“Pemerintah mendorong optimalisasi potensi perdagangan kedua negara yang masih dapat terus ditingkatkan melalui penyelesaian berbagai hambatan perdagangan serta penguatan kerja sama rantai pasok,” tulis keterangan yang sama lebih lanjut.
Sebagai penutup pertemuan, Airlangga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan China pada forum APEC 2026 yang akan digelar di Shenzhen pada November mendatang.
Ia juga mengusulkan agar penyelenggaraan APEC turut diramaikan dengan agenda business summit sebagai wadah mempererat kerja sama, tidak hanya antarpemerintah tetapi juga antara pelaku usaha dari kedua negara.
