Iran Ungkap Tak Biarkan Minyak 1 Tetes Pun Keluar dari Hormuz
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam tidak akan membiarkan satu tetes minyak maupun gas melewati Selat Hormuz selama Amerika Serikat (AS) terus melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan aman selama apa yang mereka sebut sebagai agresi AS masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
“Jalur ini tidak akan aman untuk transit produk petrokimia, bahkan tidak untuk setetes pun minyak dan gas,” ujar IRGC, dilansir dari The Guardian, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Trump Murka PIlih Serang Iran Lagi, saat Nonton Piala Dunia
Selain mengancam menghentikan pasokan energi, IRGC juga memperingatkan militer AS agar bersiap menghadapi operasi balasan dari Iran.
Pada Senin (20/7/2025), IRGC mengklaim dua kapal tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat bergerak setelah mencoba melintasi jalur selatan Selat Hormuz.
Iran pun menuduh kedua kapal tersebut tetap melintas karena dorongan dari militer AS.
Namun, IRGC tidak mengungkap identitas kapal, bendera negara, jumlah awak, maupun informasi terkait korban.
Reuters juga menyatakan belum dapat memverifikasi klaim itu secara independen.
Harga Minyak Dunia Melonjak
Ancaman Iran langsung memicu kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi. Dampaknya, harga minyak dunia naik tajam pada perdagangan awal pekan.
Berdasarkan laporan AFP, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 2,72 persen menjadi 90,50 dollar AS per barel.
Harga Brent bahkan sempat menyentuh level 91 dollar AS, tertinggi sejak Juni 2026.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,39 persen menjadi 84,46 dollar AS per barel.
Kenaikan harga tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz.
Jalur ini merupakan salah satu rute pelayaran energi paling penting di dunia.
Baca Juga: 9 SUN Dilelang Pemerintah Besok, Targetkan Dana Rp32 Triliun
Di sisi lain, Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi telah menyelesaikan gelombang serangan malam kesembilan secara berturut-turut terhadap sejumlah target di Iran.
Melalui unggahan di platform X, Centcom menyatakan serangan dilakukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran di kawasan.
“Aset Centcom menargetkan pusat komando militer Iran, situs pertahanan udara dan pengawasan pesisir, kemampuan maritim, situs peluncuran rudal dan drone, serta jaringan komunikasi untuk semakin mengurangi kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz,” tulis Centcom.
“Militer AS menuntut pertanggungjawaban Iran atas arahan Panglima Tertinggi,” lanjut pernyataan resmi Centcom.
