Prabowo Jelaskan Makna Prabowonomics di Hadapan PKB
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan arah kebijakan ekonomi pemerintahannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menanggapi istilah Prabowonomics yang tercetak pada kaus sejumlah kader PKB.
Ia mengaku terharu atas dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi yang diusung pemerintah.
“Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi. Saya juga merasa terharu saudara memakai kaos Prabowonomics,” ungkap Prabowo.
Prabowo menegaskan konsep yang dijalankannya bukan merupakan gagasan baru. Menurut dia, kebijakan ekonomi pemerintah hanya berpegang pada amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca Juga: Purbaya Cari Solusi Bayar Utang KCIC Tanpa Bebani APBN
Prabowo Sebut Prabowonomics Berlandaskan UUD 1945
Prabowo mengatakan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 menjadi dasar utama dalam menjalankan pemerintahan.
Ia meyakini kedua pasal tersebut merupakan roh perjuangan para pendiri bangsa.
“Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar kita itu keyakinan saya. Gagasan saya tidak ada yang baru, gagasan saya tidak ada yang luar biasa, gagasan saya hanya ingin menegakkan undang-undang dasar kita. Karena saya yakin bahwa Pasal 33 itu dan Pasal 34 itu adalah roh dari perjuangan pendiri-pendiri bangsa kita,” ujar Prabowo.
Pasal 33 UUD 1945 mengatur pengelolaan perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan.
Pasal tersebut juga menegaskan penguasaan negara atas cabang produksi yang penting dan sumber daya alam strategis.
Sementara itu, Pasal 34 mengamanatkan negara untuk memelihara fakir miskin, anak terlantar, serta menyelenggarakan sistem jaminan sosial bagi masyarakat.
Prabowo menilai tujuan utama kemerdekaan Indonesia adalah menciptakan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat.
“Saya yakin bahwa Pasal 33 dan Pasal 34 itu adalah roh dari perjuangan pendiri-pendiri bangsa kita. Kita ingin merdeka dari sejak ratusan tahun, puluhan tahun. Kita ingin merdeka agar kita seluruh rakyat Indonesia hidup layak. Kita menginginkan rakyat kita hidup layak,” terang dia.
Baca Juga: Sudaryono Tegas, Sebut Tak Punya Dapur MBG atau SPPG
Ia menambahkan, pemerintah saat ini berfokus menjaga kekayaan alam Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
“Bagaimana kita bisa memberi kehidupan layak kepada rakyat kita kalau kekayaan kita diambil terus, dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati oleh rakyat kita. Ini tidak masuk akal. Dimana ada ilmu ini?” jelas Prabowo.
Menurut dia, konsep ekonomi pada dasarnya sederhana. Ia menilai hasil kekayaan negara seharusnya dapat dinikmati dan dikelola untuk kepentingan rakyat Indonesia.
“Ekonomi itu jangan dianggap ilmu dewa-dewa gitu. Ekonomi itu sederhana. Kalau ibu buka warung ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi, modalnya berapa? Dijual berapa? Selisihnya itu untung. Untung ditabung. Indonesia ini kekayaannya dibawa ke luar dan tidak ditabung-tabung karena tidak ada di Indonesia,” pungkas dia.
