Iran Buka Suara Soal Perang Saudi-Houthi, Serukan Dialog
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur militer bukan solusi untuk mengakhiri konflik yang kembali memanas antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya serangan kedua belah pihak dalam beberapa hari terakhir.
Dalam wawancara yang dikutip dari Mehr News, Sabtu (25/7/2026), Araghchi menilai penyelesaian damai melalui dialog menjadi satu-satunya jalan keluar bagi berbagai persoalan di kawasan, termasuk konflik di Yaman dan ketegangan di Selat Bab al-Mandab.
“Kami percaya bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah Yaman, Bab al-Mandab, dan masalah regional lainnya,” kata Araghchi.
Baca Juga : Trump Tahan Diri di Tengah Meningkatnya Perang Saudara Yaman
Ia juga menekankan bahwa situasi di Yaman tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan Iran. Menurutnya, ketegangan yang terjadi di Bab al-Mandab merupakan dampak dari konflik berkepanjangan antara Yaman, Arab Saudi, serta negara-negara lain di kawasan.
Iran Siap Fasilitasi Dialog
Senada dengan Araghchi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyampaikan bahwa Teheran siap membantu membuka jalur komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai.
“Kembali ke jalur dialog dan implementasi penuh peta jalan yang telah disepakati adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan rakyat Yaman dan menjaga keamanan serta stabilitas di kawasan ini,” ujarnya.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat sepanjang bulan ini setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi serta mengklaim telah menyerang sejumlah kapal tanker.
Blokade tersebut dinilai berpotensi mengganggu ekspor energi Arab Saudi, terlebih ketika Iran juga melakukan blokade di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Padahal, pada Desember 2023, Arab Saudi dan Houthi sempat berkomitmen menjalankan proses perdamaian. Namun kesepakatan itu akhirnya gagal dipertahankan setelah konflik Israel-Hamas di Gaza memicu Houthi menyerang target-target Israel serta kapal-kapal internasional di Laut Merah dan Teluk Aden.
Meski demikian, pada Jumat (24/7/2026), juru bicara Houthi menegaskan bahwa kelompoknya tidak menutup seluruh jalur pelayaran di Selat Bab al-Mandab. Menurutnya, blokade maritim hanya diberlakukan terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan Arab Saudi.
Yaman Tuding Iran Kirim Personel IRGC
Di tengah seruan damai dari Teheran, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi sebelumnya mengungkap dugaan adanya pengiriman personel Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ke wilayah yang dikuasai Houthi.
Baca Juga : Iran Ambil Ratusan Triliun dari Penjualan Minyak saat Perang
Menteri Informasi Yaman, Moammar al-Iryani, mengatakan pihaknya menerima informasi intelijen mengenai kedatangan anggota IRGC pada awal bulan ini. Dalam wawancara dengan Reuters, Rabu (22/7/2026), ia menyebut kehadiran mereka bertujuan meningkatkan kemampuan militer Houthi.
Selain memperkuat kapasitas tempur kelompok tersebut, personel IRGC juga disebut dipersiapkan untuk mendukung ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Informasi tersebut sejalan dengan keterangan empat sumber yang dikutip Reuters, termasuk dua narasumber dari Iran, Menteri Informasi Yaman, serta seorang analis keamanan regional. Mereka menyebut Iran menerbangkan personel IRGC beserta perlengkapan militer menuju Yaman melalui penerbangan Teheran-Yaman pada 13 Juli 2026.
