Pentagon Siapkan Rp2.170 Triliun untuk Rudal dan Kapal Selam
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengalokasikan anggaran lebih dari 120 miliar dollar AS atau sekitar Rp2.170 triliun untuk memperkuat kemampuan militernya.
Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi rudal pencegat Patriot serta membangun armada kapal selam nuklir.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah Presiden Donald Trump untuk mengisi kembali stok amunisi dan mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Baca Juga: Tetap Berjalan, Perdagangan Minyak Iran ke China di Tengah Blokade
Selain memperkuat persenjataan, Pentagon juga mulai menerapkan skema kontrak jangka panjang guna memberikan kepastian produksi bagi industri pertahanan.
Kebijakan tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg.
CEO Lockheed Martin Jim Taiclet mengatakan pendekatan baru itu bertujuan memberi kepastian bagi perusahaan dalam mengembangkan teknologi dan kapasitas produksi.
“Cara kami melakukannya adalah dengan membangun peta jalan teknologi misi yang tidak hanya menunggu pesanan berikutnya,” tegas CEO Lockheed Martin, Jim Taiclet, dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (29/7/2026).
Sebagian besar dana dialokasikan untuk dua sektor utama. General Dynamics Electric Boat dan HII Newport News Shipbuilding memperoleh kontrak senilai 76,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.385 triliun untuk membangun sembilan kapal selam nuklir kelas Virginia dan lima kapal selam kelas Columbia yang ditargetkan selesai pada 2038.
Sementara itu, Lockheed Martin menerima kontrak hampir 59 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.067 triliun untuk memproduksi rudal Patriot.
Perusahaan tersebut juga mengantongi kontrak awal senilai 35 miliar dollar AS atau sekitar Rp633 triliun untuk pengadaan rudal pencegat THAAD.
Permintaan Rudal Meningkat di Tengah Konflik Global
Pemerintah AS sebenarnya telah merencanakan peningkatan produksi rudal sebelum konflik terbaru terjadi.
Namun, kebutuhan persenjataan semakin mendesak setelah tingginya penggunaan sistem pertahanan udara dalam perang di Ukraina dan meningkatnya ketegangan dengan Iran sejak Februari.
Baca Juga: Untuk Kota Terbersih dan Berani, Prabowo Siapkan Rp20 Miliar
Lonjakan permintaan internasional terhadap rudal Patriot juga diperkirakan akan meningkatkan pendapatan perusahaan pertahanan seperti Lockheed Martin dan RTX sepanjang 2026.
Angkatan Laut AS menyebut program pengadaan kapal selam tersebut sebagai “rekapitalisasi sekali seumur hidup”.
Kapal selam kelas Virginia dirancang untuk menyerang target di darat maupun laut, sedangkan kelas Columbia memiliki kemampuan meluncurkan rudal balistik berhulu ledak nuklir.
Analis Angkatan Laut dari Hudson Institute, Bryan Clark, menilai kontrak jangka panjang sangat penting untuk menjaga stabilitas industri pertahanan yang sebelumnya menghadapi ketidakpastian pesanan.
Sementara itu, anggota DPR AS Joe Courtney menilai kontrak tersebut memberi kepastian bagi perusahaan pemasok untuk merekrut tenaga kerja dan memperbarui fasilitas manufaktur.
Meski demikian, anggaran jumbo tersebut masih memerlukan persetujuan Kongres AS.
Sejumlah anggota parlemen diketahui masih mempertanyakan usulan total anggaran pertahanan pemerintahan Trump yang mencapai 1,5 triliun dollar AS.

[…] Pentagon Siapkan Rp2.170 Triliun untuk Rudal dan Kapal Selam […]