Korea Selatan Respons Tawaran Prabowo Buka Dialog dengan Korut
Pemerintah Korea Selatan merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesediaannya berkunjung ke Korea Utara apabila diminta untuk membantu membuka ruang dialog dengan Pyongyang.
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo saat bertemu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta asosiasi pengusaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Presiden mengungkapkan bahwa permintaan tersebut pernah disampaikan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ketika keduanya bertemu di Seoul.
“Kunjungan saya terakhir di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korsel minta kepada saya, ‘bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara, untuk membuka semacam dialog’. Oh saya bilang, ‘dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat’,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Rp270 Miliar Ditawarkan AS untuk Bongkar Jaringan Drone Iran
Prabowo menegaskan Indonesia selama ini menjaga hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, hingga Australia.
“Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis. Tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik,” kata dia.
Menurut dia, sikap tersebut membuat Indonesia diterima oleh berbagai pihak karena tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
“Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur urusan dalam negeri manapun,” ujar dia.
Seoul Nilai Indonesia Bisa Berperan Dorong Perdamaian
Menanggapi pernyataan tersebut, Kantor Presiden Korea Selatan menyatakan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Seoul maupun Pyongyang, termasuk Indonesia, dapat memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian di Semenanjung Korea.
Menurut laporan Reuters, pemerintah Korea Selatan terus mencari berbagai cara untuk bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan kedua Korea.
Indonesia dinilai memiliki posisi yang strategis karena selama ini menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara.
Kesediaan Prabowo untuk berperan sebagai mediator juga bukan pertama kali disampaikan.
Baca Juga: Kepala BGN Sebut Program Lain Tetap Berjalan meski Ada MBG
Pada Maret 2026, Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut Prabowo siap menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
Selain membahas isu perdamaian, Prabowo dan Lee Jae Myung juga sempat mendiskusikan kerja sama di bidang keamanan energi dan pertahanan dalam pertemuan pada April 2026.
Di sisi lain, Presiden Lee terus berupaya membuka dialog dengan Korea Utara sejak menjabat.
Namun, hingga kini berbagai upaya tersebut belum memperoleh respons positif dari Pyongyang, yang sebelumnya menyebut Korea Selatan sebagai “negara bermusuhan” pada 2024.
Meski membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan dalam diplomasi, hingga saat ini belum ada informasi mengenai rencana maupun jadwal kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Utara.
