Jepang Gandeng AS Intervensi Yen, Kurs Langsung Menguat
Kementerian Keuangan Jepang mengonfirmasi telah melakukan intervensi di pasar valuta asing bersama Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat nilai tukar yen yang sempat menyentuh level terendah dalam hampir 40 tahun.
Langkah tersebut diumumkan pada Senin (3/8/2026). Pemerintah Jepang menyatakan intervensi dilakukan untuk menahan pelemahan yen yang memicu kenaikan harga barang impor dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian domestik.
Tokyo juga menegaskan siap kembali melakukan intervensi bersama Washington apabila gejolak di pasar valuta asing masih berlanjut.
Baca Juga: Jepang Dibantu AS Topang Yen, Ini Alasan di Baliknya
Pernyataan Trump Dorong Penguatan Yen
Sinyal keterlibatan AS sebelumnya disampaikan Presiden Donald Trump. Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Jepang sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi global.
“Yen mereka melemah, dan mereka menginginkan sedikit bantuan. Kami selalu ada untuk Jepang,” kata Donald Trump saat menjawab pertanyaan wartawan pada Minggu (2/8/2026), dikutip dari Reuters.
Sebelum intervensi diumumkan, nilai tukar dollar AS sempat mendekati level 164 yen pada akhir Juli. Setelah pernyataan Trump dan konfirmasi dari Kementerian Keuangan Jepang, kurs dollar terkoreksi hingga sekitar 157,07 yen sebelum bergerak stabil di kisaran 157,70 yen.
AS Dukung Langkah Moneter Jepang
Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut membenarkan keterlibatan Washington dalam operasi stabilisasi tersebut. Ia mengatakan pemerintah AS mendukung kebijakan Jepang untuk memperkuat mata uangnya.
“Kami sangat mendukung langkah-langkah pasar dan moneter Jepang yang tegas untuk mengoreksi undervaluation yang signifikan terhadap yen,” tegas Scott Bessent.
Bessent juga mendorong Bank of Japan (BOJ) melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat yen.
Intervensi ini menjadi kerja sama pertama antara Jepang dan AS sejak operasi bersama pascagempa besar di Jepang timur pada 2011.
Baca Juga: Ditegaskan China, Garis Merah Ekonomi jelasng Negosiasi dengan AS
Data Bank of Japan menunjukkan Jepang sempat menjual sekitar 58,97 miliar dollar AS di pasar New York pada Kamis (30/7/2026). Sehari kemudian, Tokyo bersama Departemen Keuangan AS melakukan intervensi terkoordinasi di pasar valuta asing.
Untuk menjaga likuiditas tanpa harus melepas kepemilikan obligasi pemerintah AS, Jepang memanfaatkan fasilitas repo milik Federal Reserve. Skema tersebut memungkinkan Tokyo memperoleh likuiditas dollar AS sementara tanpa menjual surat utang pemerintah AS.
Di sisi lain, BOJ juga memberikan sinyal yang lebih kuat mengenai kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga guna menopang nilai tukar yen.
Langkah serupa juga dilakukan Korea Selatan yang pada pekan lalu menggelar intervensi pasar untuk membeli mata uang won sebagai respons terhadap volatilitas di pasar keuangan regional.
