Hamas Desak Mediator Tekan Israel Hentikan Serangan Gaza
Hamas meminta para mediator dan negara-negara penjamin kesepakatan gencatan senjata, untuk segera mengambil tindakan untuk menekan Israel agar menghentikan serangan di Jalur Gaza.
Desakan tersebut disampaikan Hamas di tengah meningkatnya serangan Israel yang kembali menelan korban jiwa. Mengutip Yeni Safak, Senin (3/8/2026), Hamas meminta mediator tidak hanya mengambil langkah diplomatik, tetapi juga secara terbuka mengecam serangan Israel.
Hamas menilai para mediator memiliki tanggung jawab untuk melindungi warga Palestina yang saat ini menghadapi ancaman genosida dan pengusiran dari wilayah mereka.
Sebelumnya, pada Jumat (31/7/2026), Dewan Perdamaian dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk memasuki tahap lanjutan implementasi gencatan senjata di Gaza.
Baca Juga : Hamas Jadi Syarat, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Gaza
Dewan Perdamaian menyebut Hamas telah menerima peta jalan terperinci terkait kesepakatan tersebut. Namun, hingga kini Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal yang diajukan.
Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 18 Warga Gaza
Di tengah pembahasan mengenai kelanjutan gencatan senjata, serangan Israel justru kembali terjadi di Jalur Gaza.
Pada Minggu (2/8/2026), serangkaian serangan udara Israel sejak pagi dilaporkan menewaskan lebih dari 18 warga Palestina. Hamas menyebut serangan tersebut bahkan menghabisi seluruh anggota sejumlah keluarga.
Hamas mengecam serangan tersebut dan menyamakannya dengan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kelompok Palestina itu juga meminta komunitas internasional mengambil langkah hukum terhadap para pemimpin Israel yang dinilai bertanggung jawab atas serangan di Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas menilai intensitas serangan terbaru tersebut merupakan bagian dari rencana sistematis Israel untuk menggagalkan proses perdamaian dan menghambat implementasi kesepakatan gencatan senjata.
Baca Juga : Selat Hormuz Jadi Sorotan, Trump Buka Dialog dengan Iran
Hamas juga menuduh serangan tersebut sebagai bentuk eskalasi yang disengaja oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Yang bertujuan untuk menghalangi kesepahaman yang dicapai dengan para mediator, termasuk pemerintah AS, untuk menyelesaikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata,” tulis Hamas.
Hamas kemudian kembali menyerukan agar para mediator dan komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk menghentikan serangan serta memastikan kesepakatan gencatan senjata dapat diterapkan di lapangan.
