Presiden Turki Dukung Saudi Hadapi Houthi di Laut Merah
Presiden Turki Recep, Tayyip Erdogan, mengecam serangkaian serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal yang melintas di Laut Merah. Dalam pembicaraan melalui telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), Senin (3/8/2026) waktu setempat, Erdogan juga menyatakan dukungan penuh Ankara terhadap Riyadh.
Dukungan tersebut disampaikan ketika ketegangan di jalur pelayaran Laut Merah terus meningkat akibat aksi Houthi yang didukung Iran.
“Beliau juga menyambut baik pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional yang dipimpin Saudi dan mendoakan keberhasilannya dalam mencapai tujuannya,” lapor kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA), dilansir AFP, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga : Purbaya Sebut Anggaran MBG Tembus Rp 101,1T di Q2 2026
Dalam percakapan tersebut, Erdogan dan MBS turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di kawasan. Keduanya juga membahas hubungan bilateral serta peluang memperluas kerja sama antara Turki dan Arab Saudi di sejumlah sektor.
Saudi Bentuk Koalisi Pertahanan Maritim
Arab Saudi sebelumnya mengumumkan pembentukan koalisi pertahanan maritim internasional untuk menghadapi situasi keamanan yang semakin kompleks di Laut Merah.
Langkah tersebut diambil setelah Houthi menerapkan blokade maritim terhadap Saudi dan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.
Koalisi yang digagas Riyadh ditujukan untuk memperkuat koordinasi antarnegara dalam menjaga jalur pelayaran internasional. Fokusnya mencakup perlindungan kebebasan navigasi dan kelancaran perdagangan dunia, terutama di Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, serta Teluk Aden.
Gagasan pembentukan koalisi tersebut muncul setelah Kementerian Pertahanan Saudi menggelar pertemuan pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari 43 negara dan Uni Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, Riyadh menjelaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute penting perdagangan global.
14 Negara Dukung Koalisi Saudi
Dari puluhan negara yang menghadiri pertemuan, sejauh ini 14 negara telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan aliansi pertahanan maritim tersebut.
Selain Arab Saudi, negara yang mendukung inisiatif tersebut antara lain Kuwait, Bahrain, Qatar, Turki, Pakistan, Yordania, Mesir, Sudan, Somalia, Djibouti, dan Bangladesh.
Baca Juga : RI dan Thailand Targetkan Perdagangan Rp 359T
Pembentukan koalisi ini berlangsung setelah Houthi mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi sejak 20 Juli 2026.
Kelompok yang didukung Iran tersebut juga mengklaim telah menyerang sejumlah kapal yang memiliki keterkaitan dengan Saudi di Laut Merah. Houthi menyebut serangan tersebut dilakukan terhadap kapal yang dianggap melanggar blokade yang mereka tetapkan.
Dengan meningkatnya ancaman terhadap kapal dan jalur perdagangan, koalisi yang dipimpin Riyadh diharapkan dapat memperkuat pengamanan kawasan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas perdagangan internasional di Laut Merah.
