Iran Batalkan Serangan ke Ukraina Usai Permintaan Maaf
Iran mengakui telah membatalkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kyiv menyampaikan permintaan maaf atas serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia.
Teheran sebelumnya menuduh Ukraina menyerang kapal tersebut pada 25 Juli 2026. Insiden itu menewaskan satu awak kapal dan melukai satu orang lainnya.
Baca Juga: Prabowo dan Thailand Targetkan Perdagangan Rp359 Triliun
Pengakuan mengenai pembatalan operasi militer disampaikan penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Senin (3/8/2026), seperti dikutip Anadolu Agency.
Rezaei mengatakan Angkatan Bersenjata Iran telah menyelesaikan seluruh persiapan untuk menyerang target di Ukraina.
Namun, operasi tersebut akhirnya dibatalkan setelah otoritas Ukraina menyampaikan permintaan maaf dan mengakui insiden di Laut Kaspia terjadi tanpa disengaja.
Dalam kesempatan yang sama, Rezaei juga menegaskan Iran akan tetap mengawasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Ia memperingatkan setiap kapal militer yang mencoba melintasi jalur yang dianggap ilegal oleh Teheran akan menjadi sasaran serangan.
Selain itu, Rezaei mengklaim serangan rudal dan drone Iran selama konflik 17 hari dengan Amerika Serikat (AS) telah menggagalkan tujuan militer Washington, meski menurutnya Teheran tidak menimbulkan kerugian besar bagi pasukan AS.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Anggaran MBG Capai Rp101,1 T ada Q2 2026
Iran Tetap Tuntut Ukraina Bayar Ganti Rugi
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa pemerintah Ukraina telah meminta maaf dan mengakui serangan terhadap kapal Iran di Laut Kaspia terjadi secara “tidak sengaja”.
Menurut Araghchi, Kyiv juga menyampaikan tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut antara kedua negara.
Meski demikian, Iran tetap meminta Ukraina memberikan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
“Harus ada ganti rugi atas kerugian yang terjadi,” ujar Abbas Araghchi.
Ia menegaskan serangan terhadap warga negara maupun kepentingan nasional Iran merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan.
