Trump Desak Raksasa Minyak Turunkan Harga BBM usai Raup Cuan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras kepada perusahaan-perusahaan minyak besar. Menurut dia, lonjakan keuntungan yang diperoleh industri migas di tengah konflik AS-Israel dengan Iran justru memperberat beban masyarakat.
Trump menilai perusahaan minyak memperoleh keuntungan besar dari kenaikan harga energi. Karena itu, ia meminta mereka mengembalikan sebagian keuntungan tersebut kepada publik melalui penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Mereka meraup terlalu banyak uang berdasarkan kelangkaan. Saya tidak menyukainya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (3/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah ExxonMobil dan Chevron melaporkan lonjakan laba pada pekan lalu.
“Chevron: terlalu banyak uang. ExxonMobil: terlalu banyak uang,” ujar Trump, seperti dikutip The Guardian.
Baca Juga: Markas Militer Iran Diserang, Seorang Tentara Tewas
“Mereka harus mengembalikan sebagian dari uang itu kepada publik dan mereka sebaiknya memotong harga eceran, harga konsumen,” lanjutnya.
Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah Brent melonjak tajam. Harga yang sebelumnya berada di kisaran 70 dollar AS per barel naik hingga sekitar 126 dollar AS per barel pada akhir April. Kini, harga minyak berada di kisaran 85 dollar AS per barel.
Kondisi tersebut turut mendongkrak kinerja perusahaan migas. Pada kuartal kedua 2026, ExxonMobil dan Chevron membukukan laba gabungan lebih dari 26 miliar dollar AS.
Chevron mencatat laba kuartalan sebesar 12,2 miliar dollar AS, atau meningkat lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ExxonMobil meraih laba 14,5 miliar dollar AS, naik dua kali lipat dibandingkan kuartal kedua tahun lalu.
Beberapa jam setelah pernyataan Trump, BP juga melaporkan laba kuartalan sebesar 5,7 miliar dollar AS atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Trump Soroti Harga BBM dan Minta Investigasi
Trump menilai penurunan harga minyak dunia belum diikuti penurunan harga BBM di tingkat konsumen.
Berdasarkan data kelompok otomotif AAA, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat masih berada di level 4,11 dollar AS per galon.
Menurut Trump, penurunan harga minyak dan gas saat pembicaraan damai dengan Iran pada Juni seharusnya membuat harga bensin di SPBU turun hingga sekitar 2,25 dollar AS per galon.
“Harga minyak sudah turun begitu banyak, tetapi kita tidak melihat penurunan yang sepadan di SPBU sebagaimana mestinya,” ungkap Trump di Oval Office.
Sebelumnya, pada akhir Juni, Trump juga memperingatkan para pengecer BBM melalui platform Truth Social.
“Retailer bensin harus segera menurunkan Harga mereka,” tulis Trump di Truth Social.
“Jika retailer tidak melakukan ini, masalah besar menanti,” lanjutnya.
Menjelang pemilu sela pada November, Trump juga memerintahkan Kementerian Kehakiman AS menyelidiki dugaan permainan harga di sektor energi eceran.
Pemerintah AS menegaskan belum berencana melarang ekspor minyak maupun produk turunannya. Namun, sejumlah analis menilai kebijakan tersebut dapat dipertimbangkan jika harga BBM terus meningkat.
Baca Juga: Saudi Didukung Presiden Turki Hadapi Houthi di Laut Merah
Industri Migas dan Aktivis Beri Tanggapan
Menanggapi kritik Trump, Chief Executive BP Meg O’Neill mengatakan perusahaan memahami tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Namun, ia menegaskan harga produk energi ditentukan oleh kondisi pasar global.
“Realitasnya, kami memproduksi komoditas global, dan produk yang kami jual sangat bergantung pada harga komoditas global tersebut,” tutur O’Neill kepada CNBC.
Di sisi lain, organisasi lingkungan 350.org mengkritik besarnya keuntungan yang diperoleh perusahaan migas di tengah krisis energi.
Direktur Kampanye 350.org, Clemence Dubois, menilai perusahaan minyak memperoleh keuntungan saat masyarakat menghadapi beban ekonomi yang semakin berat.
“Chevron dan Exxon meraup keuntungan dari model distraksi, membiarkan rakyat biasa menanggung akibatnya dengan tagihan yang lebih tinggi dan dampak yang merusak seperti kebakaran ini. Keuntungan ini rasanya hampir seperti tindakan kriminal,” ucap Dubois.
