Rusia Jajaki Jalur Kereta ke India Lewat Iran-Pakistan
Rusia sedang menjajaki pembangunan jalur kereta api menuju Samudra Hindia. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah jalur menuju India.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin. Ia mengungkapkannya dalam wawancara dengan kantor berita negara TASS yang dikutip Indian Express, Senin (10/8/2026).
Menurut Khusnullin, terdapat sejumlah rute yang bisa digunakan. Jalur tersebut antara lain dapat melewati Turkmenistan, Iran, Afghanistan, dan Pakistan.
“Kami mempertimbangkan berbagai opsi. Semua pilihan yang dapat memberikan akses ke India dapat diterima,” kata Khusnullin.
Baca Juga: Fiskal RI Makin Sehat, Defisit Primer APBN 2027 Nyaris Nol
Ia mengatakan, pembangunan jalur kereta tersebut dapat mengurangi risiko yang muncul dari gangguan jalur pelayaran strategis.
Dua jalur yang menjadi perhatian adalah Selat Bosphorus dan Selat Hormuz. Kedua selat tersebut terdampak situasi perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Sementara itu, Selat Bosphorus menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Marmara.
Turkiye yang mengendalikan Bosphorus sebelumnya menyatakan selat tersebut tetap terbuka. Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap keamanan kawasan.
Menurut TASS, sekitar 25 persen perdagangan minyak dunia melewati selat tersebut. Selain itu, sekitar 20 persen pengiriman gas alam cair (LNG) global juga melalui jalur tersebut.
Rusia dan India Perkuat Kerja Sama
Rencana pembangunan jalur kereta menuju India muncul beberapa hari setelah Rusia dan India membahas kerja sama di sejumlah sektor strategis.
Pada 7 Agustus 2026, kedua negara menggelar Sidang ke-12 Kelompok Kerja Modernisasi dan Kerja Sama Industri India-Rusia di New Delhi.
Pertemuan tersebut berada di bawah Komisi Antarpemerintah untuk Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, Ilmiah, Teknologi, dan Kebudayaan.
Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas perkembangan kerja sama di sektor modernisasi industri, pertambangan, pupuk, dan perkeretaapian.
Rusia dan India juga melihat peluang baru dalam pengembangan sektor kereta api. Kerja sama tersebut mencakup pembangunan infrastruktur rel, proyek kereta Vande Bharat, dan peralatan persinyalan.
Baca Juga: Utang RI Capai 453,4 Miliar Dollar AS, Singapura Jadi Terbesar
Selain perkeretaapian, pembahasan juga mencakup sistem pesawat tanpa awak atau UAV. Kedua negara turut membahas teknologi pencetakan tiga dimensi.
Kolaborasi juga diarahkan pada produksi pesawat regional SJ-100 buatan Rusia. Pengembangan mesin pesawat turut masuk dalam agenda kerja sama.
Saat ini, Rusia telah memiliki jaringan kereta internasional yang cukup luas.
Menurut Federal Passenger Company (FPC), operator kereta penumpang nasional Rusia, terdapat 40 rute kereta jarak jauh internasional.
Rute tersebut menghubungkan Rusia dengan 19 negara di Eropa dan Asia.
Sejumlah negara yang terhubung melalui jaringan tersebut antara lain Jerman, Perancis, Italia, Polandia, Austria, Republik Ceko, Latvia, Lithuania, Estonia, dan Finlandia.
Jaringan itu juga mencakup China, Mongolia, Korea Utara, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgizstan, Uzbekistan, Belarus, dan Moldova.
