Minyak Brent Tembus US$91, Trump Layangkan Ancaman Bom Oman
Harga minyak mentah Brent kembali menguat hingga berada di kisaran US$91 per barel pada awal pekan. Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah media Iran memberitakan adanya penyitaan kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global.
Situasi semakin panas setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan menyerang Oman apabila negara tersebut dinilai menghambat upaya Washington mencapai kesepakatan dengan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran juga dilaporkan semakin meningkatkan tekanan terhadap kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz.
Yield Treasury AS Ikut Naik
Ketegangan geopolitik tersebut turut memengaruhi pasar surat utang Amerika Serikat. Imbal hasil atau yield Treasury tenor 30 tahun ditutup di 5,31%, yang menjadi level tertinggi dalam 19 tahun.
Baca Juga : Iran Tawarkan Bantuan ke Korban Gempa di NTT
Sementara itu, yield Treasury 10 tahun juga mengalami kenaikan. Angkanya berada di level 4,725%, naik dari 4,695% pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan pasar tidak hanya dipengaruhi situasi Timur Tengah. Investor juga mulai memperhatikan kondisi ekonomi China yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Penjualan ritel China pada Juli hanya tumbuh 0,6% secara tahunan, jauh di bawah perkiraan pasar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya data penjualan ritel AS juga berada di bawah ekspektasi.
Pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan ritel besar, termasuk Target dan Walmart, untuk melihat sejauh mana daya beli konsumen AS masih bertahan.
Saham AI Menguat, Wall Street Tetap Tertekan
Di tengah tekanan dari sentimen geopolitik dan ekonomi global, saham perusahaan teknologi, khususnya sektor chip dan kecerdasan buatan (AI), justru bergerak positif.
SpaceX menjadi salah satu perusahaan yang mendapat perhatian investor. Sahamnya tercatat melonjak 4,4% setelah sejumlah nama investor institusi dan individu besar terungkap dalam dokumen pengajuan terbaru perusahaan. Di antaranya terdapat Nvidia, Universitas Harvard, dan Peter Thiel.
Baca Juga : Bantuan Beras Rp 100M Disalurkan untuk Korban Gempa di NTT
Namun, penguatan saham teknologi belum cukup untuk mengangkat kinerja indeks utama Wall Street. Pada perdagangan Senin, Dow Jones turun 0,5%, Nasdaq melemah 0,3%, sementara S&P 500 terkoreksi 0,5%.
Investor selanjutnya akan mencermati laporan keuangan Home Depot yang dijadwalkan terbit pada Selasa. Selain itu, data pembangunan rumah baru (housing starts) dan produksi industri AS juga akan menjadi perhatian pasar untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
