BGN Tutup 1.300 Dapur MBG, Sudaryono Beri Ultimatum
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap fasilitas yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan, sebanyak 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah ditutup karena dinilai tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan.
Sudaryono mengatakan, penutupan tersebut dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BGN. Dari total tersebut, sekitar 800 SPPG ditutup lebih dahulu, kemudian disusul 500 dapur lainnya.
“Ya kalau nggak bisa diperbaiki, kita tutup permanen. Jadi sudah saya sudah menutup mungkin 800 tambah kemarin saya sudah menutup 500, jadi sudah 1.300 saya tutup selama tiga minggu saya jadi kepala,” kata Sudaryono di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Baca Juga : Defisit Primer APBN 2027 Nyaris Nol, Fiskal RI Dinilai Makin Sehat
Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BGN memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar, terutama terkait keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Sudaryono menegaskan, BGN tidak akan membedakan siapa pihak yang mengelola SPPG ketika melakukan pengawasan. Dapur yang tidak memenuhi standar akan ditindak, termasuk dengan penutupan permanen apabila tidak dapat diperbaiki.
“Saya nggak peduli itu SPPG-nya misalnya apa punya siapa, saya nggak lihat, saya lihat sistem. Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen. Itu kira-kira. Saya ini tujuannya adalah untuk melindungi mitra-mitra SPPG-SPPG yang kerjanya baik selama ini,” jelas Sudaryono.
Ia bahkan memberikan peringatan bahwa seluruh SPPG berpotensi mendapatkan tindakan serupa apabila tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan BGN.
Pengetatan pengawasan terhadap dapur MBG, kata Sudaryono, akan terus dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi BGN untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program, terutama setelah masih ditemukannya kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG.
Meski demikian, Sudaryono menyebut terdapat sekitar 27.000 SPPG yang dinilai telah menjalankan tugas dengan baik. BGN akan menjadikan SPPG yang memiliki sistem pengawasan baik sebagai contoh untuk meningkatkan standar dapur lainnya.
Baca Juga : Industri Mobil Jepang Terancam Karena Perang Iran-AS
“Jadi kita belajar dari keberhasilan SPPG, beberapa SPPG salah satunya adalah SPPG yang dikelola oleh Bhayangkari ya dari Polri itu menggunakan test kit dan sampai saat ini tidak ada satu kasus pun keracunan,” terang Sudaryono.
Dengan kebijakan tersebut, BGN menegaskan bahwa keberlangsungan program MBG tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga pada jaminan keamanan dan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
