Titik Panas Karhutla Tembus 20 Ribu, Kalimantan Terbakar
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat lonjakan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Indonesia. Peningkatan ini terjadi ketika pemerintah masih mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data SiPongi Kemenhut yang menggunakan pantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan terdapat 20.378 hotspot di Indonesia pada 29 Agustus 2026. Angka tersebut naik cukup signifikan dibandingkan 18.092 titik pada 28 Agustus dan 14.788 titik pada 27 Agustus.
“Data menggunakan cut off 29 Agustus pukul 23.59 WIB,” demikian keterangan dalam siaran pers Kemenhut Nomor SP. 469/HKLN/08/2026, Minggu (30/8/2026).
Meski secara nasional terjadi kenaikan, kondisi di enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla tidak sepenuhnya seragam. Empat provinsi justru mencatat penurunan hotspot, yakni Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Baca Juga : 463 Dapur MBG Kena Suspen., 7 SPPG Dicoret Permanen
Sementara itu, peningkatan paling mencolok terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Hotspot Kalimantan Tengah dan Kalbar Melonjak
Berdasarkan data Kemenhut, Kalimantan Selatan mengalami penurunan hotspot dari 1.354 menjadi 867 titik. Sumatera Selatan juga turun dari 1.036 menjadi 808 titik.
Penurunan turut terjadi di Riau, meski relatif tipis, yakni dari 265 menjadi 254 hotspot. Sedangkan Jambi berkurang dari 181 menjadi 159 titik.
Berbeda dengan empat provinsi tersebut, Kalimantan Tengah mencatat kenaikan hotspot dari 7.703 menjadi 8.488 titik. Kalimantan Barat bahkan mengalami lonjakan lebih besar, dari 3.384 menjadi 6.526 titik.
Kemenhut menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi karhutla masih sangat dinamis. Berkurangnya hotspot di sejumlah provinsi menjadi sinyal positif, termasuk adanya perkembangan curah hujan di beberapa wilayah Riau.
Namun, kenaikan signifikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat membuat pemerintah tetap memperkuat kesiapsiagaan serta operasi pengendalian di lapangan.
Tim gabungan terus melakukan berbagai langkah, mulai dari patroli dan pengecekan langsung titik api hingga pemadaman darat. Upaya lain mencakup penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pengawasan terhadap area yang berpotensi kembali terbakar.
Puluhan Kejadian Karhutla Masih Ditangani
Dalam laporan operasi hingga 29 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, terdapat 112 laporan kejadian karhutla dan groundcheck firespot yang tersebar di 11 provinsi.
Dari keseluruhan laporan tersebut, sebanyak 47 kejadian telah berhasil dipadamkan. Sementara 65 kejadian lainnya masih dalam tahap penanganan oleh tim di lapangan.
Baca Juga : Anggaran MBG 2027 Tembus Rp 240T, Program Siap Diperluas
Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan sejumlah pihak terkait.
Metode penanganan disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi. Faktor yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi lahan gambut, ketersediaan air, bahan bakar di area terbakar, arah pergerakan api, hingga kemungkinan dampaknya terhadap masyarakat dan fasilitas umum.
Pemerintah juga tetap menyiapkan dukungan melalui operasi udara, termasuk water bombing dan patroli udara. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan di wilayah yang memiliki kondisi meteorologis sesuai untuk membantu meningkatkan pembasahan lahan dan mendukung pemadaman.
Secara kumulatif, sepanjang 2026 telah dilakukan 4.682 operasi penanganan karhutla. Luas area yang telah ditangani mencapai 38.277,43 hektare berdasarkan akumulasi operasi Manggala Agni Kemenhut bersama berbagai pihak terkait.

[…] Titik Panas Karhutla Tembus 20 Ribu, Kalimantan Terbakar […]