Mojtaba Khamenei Ajak Negara Teluk Bersatu Hadapi Musuh Bersama
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, terutama di kawasan Teluk, untuk memperkuat persatuan dan kerja sama dalam menghadapi pihak yang disebutnya sebagai “musuh sebenarnya”.
Seruan tersebut disampaikan Mojtaba melalui akun Telegram pribadinya dalam rangka Pekan Persatuan Islam yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pernyataan itu dilaporkan Reuters pada Minggu (30/8/2026).
Dalam pesannya, Mojtaba menilai perpecahan di antara negara-negara Muslim justru memberikan keuntungan bagi pihak yang menjadi lawan mereka. Ia menyerukan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan.
Baca Juga: 700 BUMN Ditutup Prabowo Lagi, Negara Hemat Rp100 Triliun
“Saran saya yang sangat tegas dan berulang kepada para penguasa negara-negara Islam, terutama negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah mengenali musuh sebenarnya, memahami rencananya, dan menghadapinya,” kata Mojtaba.
Mojtaba juga meminta negara-negara Muslim untuk saling membantu dan memperkuat hubungan satu sama lain demi menghadapi berbagai tekanan geopolitik di kawasan.
Mojtaba Singgung Palestina dan Ketegangan dengan Negara Teluk
Dalam pesannya, Mojtaba turut menyinggung kondisi Palestina. Ia mempertanyakan apakah masyarakat Palestina akan berada dalam situasi sulit seperti saat ini apabila negara-negara Muslim memiliki persatuan yang lebih kuat.
Ia kemudian secara khusus menyerukan persatuan kepada para pemimpin negara-negara Arab di kawasan Teluk. Mojtaba mempertanyakan apakah pihak yang disebutnya sebagai “orang-orang tanpa identitas” akan berani mengincar wilayah dan kekayaan negara-negara tersebut jika masyarakat serta pemerintah kawasan Teluk bersatu “di bawah panji Islam”.
Seruan tersebut muncul ketika hubungan Iran dengan sejumlah negara tetangganya di kawasan Teluk masih berada dalam kondisi tegang.
Sejak Revolusi Iran pada 1979, sejumlah kerajaan Arab di Teluk melihat ideologi revolusioner Iran sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka. Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan retorika anti-monarki Iran serta pengaruh Teheran terhadap sejumlah kelompok di kawasan.
Baca Juga:463 SPPG Disuspend Pemerintah, Program MBG Dirombak
Ketegangan kembali meningkat dalam konflik terbaru yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Iran disebut telah melakukan serangan terhadap fasilitas militer AS serta sejumlah infrastruktur di negara-negara Teluk setelah operasi gabungan Washington dan Israel pada 28 Februari.
Mojtaba sendiri hingga kini belum banyak tampil di depan publik sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Kondisi tersebut turut memicu perhatian internasional terhadap arah kebijakan Iran di bawah kepemimpinan barunya.

[…] Mojtaba Khamenei Ajak Negara Teluk Bersatu Hadapi Musuh Bersama […]
[…] Mojtaba Khamenei Ajak Negara Teluk Bersatu Hadapi Musuh Bersama […]