Putin dan Xi Jinping Bertemu di KTT SCO, Bahas Tekanan AS ke Iran?
Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta sejumlah pemimpin negara lainnya dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kyrgyzstan.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, mulai dari perang Rusia-Ukraina, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, hingga tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah kebijakan sanksi AS terhadap Iran. Rusia dan China diketahui memiliki hubungan yang semakin erat dengan Teheran, baik dalam bidang ekonomi maupun kerja sama strategis.
Baca Juga: Iran Diserang AS Lagi, DUa Peluncur di Pulau Larak Jadi Sasaran
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan juga diperkirakan menghadiri pertemuan tersebut meski Ankara bukan anggota resmi SCO. Turkiye saat ini berstatus sebagai mitra dialog organisasi tersebut bersama sejumlah negara lain, termasuk Arab Saudi dan Qatar.
KTT SCO kali ini digelar sekitar empat setengah tahun setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina dan enam bulan setelah konflik antara AS dan Iran meningkat.
Organisasi yang berdiri selama 25 tahun tersebut mempertemukan Rusia, China, India, Pakistan, Iran, empat negara Asia Tengah, serta Belarus yang merupakan sekutu Moskwa.
Xi Jinping tiba di Bishkek pada Minggu (30/8/2026). Ia menyebut hubungan China dengan Kyrgyzstan saat ini berada dalam “periode emas”.
Sementara itu, Putin, Xi, Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dijadwalkan mengikuti sesi pleno yang dipimpin Presiden Kyrgyzstan Sadyr Japarov.
Rusia dan China Perkuat Hubungan dengan Iran di Tengah Sanksi AS
Pertemuan antara Putin dan Pezeshkian menjadi perhatian karena Rusia dan Iran sama-sama menghadapi berbagai sanksi internasional. Hubungan kedua negara semakin erat sejak Rusia memulai invasi ke Ukraina pada 2022, terutama dalam sektor militer dan ekonomi.
Juru bicara Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Putin juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral, termasuk dengan Pezeshkian dan Xi Jinping.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Rusia dan China agar tidak memberikan dukungan militer kepada Iran. Washington juga memperluas tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui penerapan sanksi sekunder kepada mitra dagang Iran.
Sanksi tersebut menyasar berbagai sektor, termasuk emas, teknologi, aset digital, penerbangan, dan transportasi maritim.
China yang menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran merespons kebijakan tersebut dengan menyatakan akan mempertahankan kepentingannya.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Banyak Sekolah Minta MBG, Tanda Program Diminati
Iran sendiri telah menghadapi sanksi internasional selama puluhan tahun sejak Revolusi Iran 1979. Pemerintah Teheran berulang kali menyatakan tidak akan menyerah terhadap tekanan ekonomi dari negara-negara Barat.
Di sisi lain, SCO yang awalnya berfokus pada kerja sama ekonomi kini semakin memiliki peran geopolitik yang lebih besar.
Meski organisasi tersebut menyatakan bukan aliansi yang ditujukan untuk menghadapi negara tertentu, Putin dan Xi Jinping beberapa kali menggunakan forum SCO untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan negara-negara Barat.
Pada pertemuan sebelumnya, Putin menuduh negara-negara Barat menjadi penyebab meningkatnya konflik di Ukraina. Sementara Xi Jinping mengecam tindakan yang disebutnya sebagai bentuk intimidasi dalam konteks persaingan antara China dan Amerika Serikat.
