Iran Serang Pangkalan AS di Yordania, Balasan atas Serangan Sirik
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas serangan udara terbaru Washington ke wilayah Iran selatan.
Mengutip Guardian, Rabu (2/9/2026), media pemerintah Iran IRIB melaporkan IRGC mengecam serangan AS yang disebut menyasar sejumlah lokasi sipil. Teheran menilai tindakan tersebut justru memperkuat tekad Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap pasukan asing di kawasan Selat Hormuz.
Baca Juga: Defisit Anggaran China-RI Melebar, Capai 17,67 Miliar hingga Juli 2026
“Serangan yang memperketat blokade Selat Hormuz dan memperkuat tekad para pejuang untuk menekan pasukan asing yang mengganggu di Selat Hormuz,” kata IRGC.
Dalam operasi balasan tersebut, IRGC mengklaim menggunakan sistem pertahanan udara terbaru untuk menjatuhkan drone MQ-9 milik AS. Setelah itu, Iran mengaku melanjutkan serangan dengan rudal balistik yang menyasar fasilitas militer Amerika di Camp Titin, dekat Aqaba, Yordania.
IRGC menyatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas militer AS. Namun, klaim mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Washington.
“Sejumlah besar pasukan AS tewas, dan beberapa instalasi serta helikopter serang musuh hancur,” ungkap IRGC.
Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan Iran tersebut.
Serangan balasan Iran disebut dipicu oleh kemarahan Teheran setelah Washington melancarkan serangan yang diklaim mengenai sebuah acara pernikahan warga sipil di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan.
IRIB menayangkan rekaman yang menunjukkan kerusakan dan puing-puing di lokasi kejadian. Bulan Sabit Merah Iran menyebut pecahan peluru dari serangan rudal AS mengenai kawasan permukiman di kota Kuhestak.
“Lebih dari 50 orang terluka dan empat orang, termasuk seorang anak kecil, menjadi martir,” kata Bulan Sabit Merah Iran.
Baca Juga: Latihan Cope West 2026, AS Kirim Pesawat C-130 ke Manado
Sementara itu, Amerika Serikat sebelumnya menyatakan operasi militernya terhadap Iran dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya telah melakukan serangan terhadap sejumlah target yang diklaim terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam.
“Hari ini, pasukan AS mulai menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran,” tulis CENTCOM dalam unggahan di X.
“Serangan ini menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut,” lanjut pernyataan CENTCOM.
Eskalasi terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
