Martin Romualdez Ditangkap, Terseret Kasus Korupsi Rp2,1 T
Mantan Ketua DPR Filipina, Martin Romualdez, resmi ditangkap kepolisian pada Senin. Penangkapan dilakukan ketika politikus tersebut masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Metro Manila.
Surat perintah penangkapan diserahkan langsung oleh kepolisian kepada Romualdez saat berada di rumah sakit. Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Filipina, Jonvic Remulla, membenarkan penyerahan surat tersebut pada Selasa (8/9/2026).
Remulla mengatakan status kebebasan Romualdez kini telah dibatasi setelah surat perintah penangkapan diterimanya.
“Romualdez akan dipindahkan ke fasilitas penjara setelah dokter menyatakan kondisinya cukup stabil untuk keluar dari rumah sakit,” tulis Xinhua dalam laporan yang dikutip pada Selasa.
Baca Juga : Prabowo Ungkap Ingin Semua Warga Indonesia Punya Rekening
Penangkapan tersebut berkaitan dengan perkara dugaan penjarahan dana negara atau plunder yang tengah menjerat Romualdez bersama tiga orang lainnya.
Kantor Ombudsman Filipina sebelumnya telah mengajukan dakwaan terhadap Romualdez dan tiga tersangka lainnya. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana pemerintah yang nilainya mencapai 7,44 miliar peso atau sekitar Rp2,1 triliun.
Dalam dakwaan, dana tersebut diduga diperoleh dari kontraktor serta sejumlah entitas yang memiliki kepentingan dalam berbagai proyek pemerintah.
Proyek yang menjadi sorotan mencakup pembangunan infrastruktur dan program pengendalian banjir yang dibiayai melalui anggaran nasional Filipina selama periode 2022 hingga 2025.
Tidak lama setelah dakwaan diajukan, Pengadilan Antikorupsi Filipina kemudian menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Romualdez.
Penangkapan dilakukan ketika Romualdez masih berada dalam perawatan medis. Ia sebelumnya dirawat karena mengalami gangguan kardiovaskular serta kondisi tekanan darah yang tidak stabil.
Kasus yang menyeret Romualdez tidak terlepas dari sorotan terhadap proyek pengendalian banjir di Filipina.
Negara tersebut menjadi salah satu wilayah yang kerap menghadapi badai tropis dan topan yang dapat memicu banjir serta kerusakan infrastruktur. Kondisi itu membuat pembangunan sistem pengendalian banjir menjadi salah satu kebutuhan penting pemerintah.
Namun, pada paruh kedua 2025, perhatian masyarakat Filipina semakin tertuju pada dugaan korupsi dalam proyek-proyek pengendalian banjir.
Gelombang demonstrasi kemudian muncul di Manila dan sejumlah kota besar lainnya pada September 2025. Ribuan massa memprotes dugaan korupsi yang disebut melibatkan pejabat tinggi serta pihak-pihak yang mengawasi proyek pengendalian banjir dan pembangunan infrastruktur pemerintah.
Baca Juga : Netanyahu Sebut Qatar Negara Musuh, usai Bela Serangan ke Doha
Kasus tersebut selanjutnya berkembang menjadi penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran negara.
Penangkapan Romualdez juga menjadi sorotan karena hubungan keluarganya dengan Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr.
Keduanya diketahui memiliki hubungan sebagai sepupu dekat. Hubungan tersebut berasal dari garis keluarga ibu Presiden Marcos Jr.
Imelda Marcos, mantan ibu negara Filipina sekaligus ibu Ferdinand Marcos Jr., merupakan saudara perempuan Benjamin “Kokoy” Romualdez. Sementara itu, Benjamin Romualdez merupakan ayah dari Martin Romualdez.

[…] Martin Romualdez Ditangkap, Terseret Kasus Korupsi Rp2,1 T […]