Purbaya Sebut Dana Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memiliki sumber dana yang cukup untuk membayar cicilan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Sebelumnya, ia mengungkapkan utang proyek Whoosh akan dicicil hingga sekitar 80 tahun dengan nilai pembayaran kurang dari Rp1 triliun per tahun.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Cicilan Whoosh Rp1 Triliun selama 80 Tahun
Menurut dia, nilai cicilan tersebut relatif kecil dibandingkan keuntungan badan layanan umum (BLU) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.
Ia mengatakan, terdapat BLU yang mampu mencatat keuntungan sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun per tahun.
Bahkan, ada pula yang menghasilkan keuntungan sekitar Rp6 triliun hingga Rp7 triliun per tahun.
Dengan kondisi tersebut, Purbaya menilai cicilan utang Whoosh dapat ditanggung dengan mendistribusikan kewajibannya kepada dua BLU atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.
“Ada kan kalau kita lihat salah satu perusahaan apa yang salah satu yang BUMN (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang kita yang agak kecil aja untungnya setahun Rp 3-4 triliun. Kalau yang sedikit yang bisa. Tambah satu lagi ada yang untung Rp 6-7 triliun. Jadi cukup lah,” jelas Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Purbaya Sebut Whoosh Bisa Untung Rp800 Miliar Diragukan
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap cicilan utang Whoosh sebagai beban yang berat.
Dengan kewajiban sekitar Rp1 triliun per tahun, laba dari satu atau dua BLU dinilai sudah cukup untuk memenuhi pembayaran tersebut.
Ketika ditanya apakah perusahaan yang dimaksud adalah Indonesia Investment Authority (INA) atau PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) yang akan mengelola utang Whoosh, Purbaya tidak memberikan jawaban secara tegas.
“Mungkin satu mungkin dua-duanya,” pungkas dia.

[…] Purbaya Sebut Dana Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Aman […]