Trump Klaim Houthi Tak Ingin Diserang AS di Yaman
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa kelompok Houthi di Yaman disebut telah menghubungi Washington. Menurut Trump, kelompok tersebut tidak menginginkan keterlibatan militer AS dalam konflik yang tengah berlangsung.
“Kelompok Houthi menghubungi kami dan mereka tidak ingin berperang melawan kami,” ujar Trump kepada wartawan saat berada di Dublin, Irlandia, Sabtu (12/9/2026).
“Mereka tidak ingin kami menyerang mereka,” tambahnya, dikutip dari AFP.
Trump yang kini menjalani periode keduanya sebagai Presiden AS juga menyampaikan keyakinannya bahwa situasi di kawasan akan tetap terkendali. Ia mengatakan perkembangan selanjutnya diperkirakan berjalan dengan baik.
Baca Juga : Terowongan Hizbullah Dihancurkan Israel, Picu Gempa M 4,1
Pernyataan Trump muncul ketika ketegangan di kawasan Laut Merah dan Selat Bab El Mandeb terus meningkat. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran penting yang menghubungkan kawasan Eropa dan Asia.
Kelompok Houthi dilaporkan telah memperluas penguasaannya di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman setelah merebut tiga pulau strategis melalui serangan cepat.
Penguasaan wilayah tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional di kawasan. Houthi juga melancarkan serangan besar menggunakan drone dan rudal yang menyasar fasilitas minyak Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Riyadh. Arab Saudi merupakan salah satu eksportir minyak terbesar dunia dan kini semakin bergantung pada jalur Laut Merah setelah konflik dengan Iran mengganggu aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Gangguan terhadap Bab El Mandeb berpotensi semakin mempersempit jalur ekspor energi Saudi sekaligus memberikan tekanan tambahan terhadap pasar minyak global.
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengungkapkan bahwa dirinya baru saja berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Trump menyebut MBS sebagai seorang teman.
Baca Juga : Trump Prediksi Konflik Iran-AS usai Pemilu Washington
Sementara itu, media AS Axios melaporkan bahwa MBS telah menghubungi Trump sebanyak dua kali pada Kamis (10/9/2026). Dalam percakapan tersebut, MBS disebut meminta Washington melakukan serangan langsung terhadap basis Houthi di Yaman.
Namun, permintaan tersebut dilaporkan tidak mendapat persetujuan dari Trump.
Sikap Washington menjadi sorotan karena Arab Saudi menghadapi tekanan yang semakin besar akibat serangan Houthi, terutama setelah jalur pelayaran di kawasan Teluk mengalami gangguan akibat konflik dengan Iran.

[…] Trump Klaim Houthi Tak Ingin Diserang AS di Yaman […]