Macron Kritik Trump soal Gaza di PBB, Gedung Putih Membalas
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai perdamaian di Gaza dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.
Macron menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi kemanusiaan di Gaza, terutama karena tidak ada koridor kemanusiaan yang dibuka kembali.
Pernyataan itu disampaikan Macron beberapa jam setelah Trump menggunakan podium yang sama untuk menyebut rencana perdamaian Gaza sebagai sebuah kemenangan diplomatik.
Dalam pidatonya, Macron bahkan menggebrak podium dengan kepalan tangan ketika menyoroti kondisi di Gaza.
Baca Juga: Xi Jinping Tidak Hadiri Sidang PBB, Langsung Temui Trump
Macron Kritik Klaim Perdamaian Gaza
Macron mengatakan dunia sedang menyaksikan situasi yang seharusnya membuat semua pihak merasa malu.
Ia juga mempertanyakan kredibilitas negara-negara yang memilih diam ketika kondisi di Gaza masih belum menunjukkan perubahan kemanusiaan yang berarti.
“Setahun yang lalu, di ruangan ini, sekitar belasan negara telah mengakui Palestina. Saya mendengar sinisme sebagian orang ‘pengakuan hanyalah selembar kertas, lihatlah kenyataannya,'” ujar Macron.
Macron kemudian mengkritik penggambaran rencana perdamaian Gaza sebagai sebuah kemenangan diplomatik.
“Namun, kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus berdiam diri menghadapi situasi di Gaza? Ada pihak yang membanggakan perdamaian semu. Padahal, perdamaian itu tidak membuka kembali akses kemanusiaan barang sedetik pun. Apakah kita hanya akan berdiam diri menyaksikan tontonan yang seharusnya membuat kita semua merasa malu?” lanjut dia.
Baca Juga: Indonesia Tetap Impor Minyak Rusia di Tengah Ancaman Tarif Trump
Gedung Putih Bela Peran Trump
Gedung Putih membantah kritik Macron melalui juru bicara Anna Kelly.
Kelly mengatakan Trump merupakan pihak yang mengakhiri perang antara Israel dan Hamas serta membantu memulangkan para sandera dan jenazah korban perang.
“Presiden Trump mengakhiri perang antara Israel dan Hamas, membebaskan semua sandera yang masih hidup, memulangkan jenazah korban meninggal kepada keluarga mereka, dan kini memimpin pelaksanaan Rencana 20 Poin untuk Perdamaian di Gaza,” ucap dia.
Kelly juga menilai negara-negara lain tidak melakukan tindakan serupa dan hanya menyampaikan pernyataan.
“Sementara pihak lain hanya bicara, Presiden ini menghadapi masalah rumit tersebut secara langsung. Tidak ada pihak lain yang berbuat lebih banyak demi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” ujar dia.
