Pezeshkian Tuduh Israel Punya Senjata Nuklir, Bukan Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding Israel memiliki senjata nuklir, sementara Iran justru menjadi negara yang mendapatkan pengawasan nuklir internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/9/2026).
Pezeshkian mempertanyakan penerapan standar yang berbeda terhadap Iran dan Israel terkait isu senjata nuklir.
Baca Juga: Xi Jinping Tidak Hadiri Sidang PBB, Langsung Temui Trump
Menurutnya, Israel memiliki senjata nuklir tetapi tidak menjadi anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sedangkan Iran menghadapi inspeksi terkait program nuklirnya.
“Bom atom dan nuklir ada di tangan rezim Israel, namun pengawasnya malah diminta datang ke Iran,” kata Pezeshkian.
“Israel memiliki bom, memiliki senjata pemusnah massal, bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi dan tidak mengizinkan satu pun inspeksi. Namun mereka dihargai dengan segala cara sampai bisa mengebom ibu kota mana pun di wilayah sesuka hatinya,” lanjutnya.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) selama bertahun-tahun melakukan pemantauan terhadap program nuklir Iran berdasarkan kewajiban pengamanan yang terkait dengan NPT.
Namun, akses inspeksi IAEA di Iran terganggu setelah serangan militer pada Juni 2025 dan Iran mengesahkan aturan untuk menangguhkan kerja sama dengan badan tersebut. IAEA menyatakan pada 2025 bahwa badan tersebut tidak dapat mengakses fasilitas Iran sejak serangan militer dimulai, kecuali fasilitas tertentu.
Sementara itu, Israel tidak menandatangani NPT dan telah lama menjadi sasaran tudingan terkait kepemilikan senjata nuklir. Israel sendiri tidak secara terbuka mengonfirmasi maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir tersebut.
Baca Juga: Macron Kritik Trump tentang Gaza di PBB, Gedung Putih Membalas
Dalam pidatonya, Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan mempertahankan haknya atas teknologi nuklir untuk tujuan damai. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perdebatan mengenai program nuklir Iran dan tekanan internasional terhadap Teheran.
Israel selama ini menyatakan program nuklir Iran sebagai ancaman keamanan dan menjadikan isu tersebut sebagai salah satu alasan dalam kebijakan militernya terhadap Teheran.
Pernyataan Pezeshkian disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di PBB mengancam akan mengambil tindakan lebih keras terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan terkait konflik kedua negara.
