Usai Bertemu Xi, Trump Telepon PM Jepang Bahas China
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menelepon Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi setelah menerima kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping pada 23-25 September 2026.
Dalam percakapan tersebut, Trump dan Takaichi membahas sejumlah isu ekonomi dan keamanan serta menegaskan kembali koordinasi antara Jepang dan AS.
Dikutip dari FirstPost, Takaichi mengatakan Trump sendiri yang menghubunginya dan menjelaskan secara rinci mengenai hasil pertemuannya dengan Xi.
Pembicaraan itu berlangsung beberapa hari setelah Trump dan Takaichi bertemu di New York pada 22 September 2026 di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga: Iran Tegaskan Tidak Akan Beri Konsesi Nuklir kepada AS
Jepang Ingin Pastikan Kepentingannya dalam Strategi AS
Dalam percakapan melalui telepon, Takaichi mengatakan pembahasan dengan Trump mencakup berbagai isu terkait China, termasuk persoalan ekonomi dan keamanan nasional.
Keduanya juga kembali menegaskan komitmen untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan strategis di kawasan.
Jepang ingin memastikan kepentingannya tetap menjadi bagian dari strategi AS dalam menghadapi China.
Tokyo juga mencermati perkembangan hubungan Trump dan Xi, terutama kemungkinan adanya kesepakatan yang dapat berdampak terhadap keamanan regional dan perekonomian Jepang.
Sejak pertemuan Trump dan Takaichi di New York, pemerintah Jepang menekankan kerja sama dengan Washington dalam sejumlah bidang, seperti keamanan ekonomi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan mineral kritis.
Sementara itu, Trump tetap mempertahankan komunikasi dengan Beijing setelah kunjungan Xi ke AS.
Dalam kunjungan tersebut, AS dan China menyepakati paket perdagangan yang mencakup pengurangan tarif timbal balik yang dilaporkan mencapai 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 537 triliun.
Kedua negara juga sepakat membentuk dewan perdagangan dan melanjutkan pembicaraan mengenai AI.
Baca Juga: Sanksi Amerika Ganggu Penerbangan Iran, Rute Ini Masih Beroperasi
Trump Soroti Nilai Yen Jepang
Pembicaraan antara Trump dan Takaichi juga mencakup persoalan ekonomi Jepang.
Dalam pertemuan di New York pada 22 September, Trump menyampaikan kekhawatirannya mengenai lemahnya nilai tukar yen Jepang, menurut Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama.
Takaichi mengatakan kepada Trump bahwa nilai yen yang terlalu rendah merupakan persoalan.
Namun, ia menegaskan kebijakan ekonomi Jepang secara keseluruhan tidak mengalami perubahan.
Dalam percakapan setelah pertemuan Trump-Xi, Jepang dan AS kembali menegaskan komitmen untuk berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional maupun global.
Kedua negara juga menyatakan akan bekerja sama untuk semakin memperkuat aliansi Jepang-AS.
