Kontrak Freeport Diperpanjang, Investasi US$40 Miliar
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap potensi tambahan investasi hingga US$40 miliar atau sekitar Rp715,53 triliun jika kontrak Freeport diperpanjang. Investasi tersebut dinilai dapat mendorong masuknya aliran modal tambahan ke Indonesia.
Airlangga menyampaikan hal itu dalam acara 14th US-Indonesia Investment Summit 2026 yang berlangsung di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
“Jika Freeport berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak dengan nilai tambahan US$40 miliar, maka akan miliaran investasi lagi yang masuk ke Indonesia,” tutur Airlangga dalam sambutannya.
Baca Juga : Sebelum Operasi Penangkapan Maduro, Trump Konsultasi ke Grok
Menurut Airlangga, komitmen investasi tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani di Amerika Serikat. Karena itu, realisasi investasi tambahan dari Freeport selanjutnya akan mengikuti proses implementasi kontrak.
“Mengingat MoU-nya telah ditandatangani di AS. Jadi, menurut saya, kini semuanya bergantung pada tahap implementasinya,” ucap Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga memaparkan perkembangan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat selama periode 2021 hingga 2025.
Ia mencatat nilai ekspor Indonesia ke AS meningkat dari US$25 miliar menjadi US$31,01 miliar. Sementara itu, nilai impor Indonesia dari AS naik dari US$11,31 miliar menjadi US$12,88 miliar.
Baca Juga : Pria Korsel Temukan Uang di Kantong Sampah, Hak Milik Siapa?
Pada semester pertama tahun ini, ekspor RI ke AS tercatat sebesar 15,85%, sedangkan impor berada di angka 7,28%.
Airlangga juga mengatakan Amerika Serikat secara konsisten masuk dalam lima besar sumber utama Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) bagi Indonesia dalam lima tahun terakhir.
Sepanjang semester pertama tahun ini, realisasi investasi dari AS tercatat mencapai US$1,72 miliar. Investasi tersebut terutama mengalir ke sektor jasa sebesar US$781 juta dan sektor pertambangan sebesar US$773 juta.
