Iran Ancam Serang Pangkalan dan Kapal Perang AS
Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan menghadapi serangan terhadap aset militernya apabila Washington memutuskan melakukan invasi darat ke wilayah Iran.
Peringatan tersebut disampaikan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Fadavi, yang juga memimpin kelompok penasihat bagi panglima tertinggi IRGC. Pernyataan itu disampaikan dalam program televisi pemerintah Iran pada Minggu (4/10) malam, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (5/10/2026).
“Jika pihak Amerika melancarkan serangan darat, maka kita akan menargetkan setiap lokasi yang terkait dengan Amerika, pangkalan-pangkalan Amerika, dan setiap kapal yang terkait dengan Amerika,” tegas Fadavi.
Baca Juga : Perempuan Tewas di Okinawa, Marinir AS Ditangkap
Fadavi menyebut AS memahami bahasa kekuatan militer. Ia juga mengatakan pihak Amerika memahami konsekuensi dari serangan rudal Iran terhadap kapal perang maupun pangkalan militer mereka.
Dia mengklaim kapasitas produksi peralatan militer Iran kini telah melampaui tingkat penggunaannya. Menurutnya, kemampuan militer Teheran juga mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan dua perang sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Fadavi turut menyinggung kondisi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perairan strategis. Ia mengatakan Iran bersama Oman perlu menyusun dan menerapkan aturan yang mengatur lalu lintas di kawasan tersebut.
Baca Juga : Ratusan Orang Diawasi Usai Wabah Penyakit Hantui Rusia
Menurut Fadavi, aturan mengenai jalur perairan itu sebenarnya telah dipersiapkan dan saat ini sedang diterapkan.
Ia juga memperingatkan kapal-kapal militer AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut dapat menghadapi risiko serangan dari Iran.
“Pihak Amerika hanya bisa memicu ketegangan melalui jalur udara, dan peningkatan ketegangan itu pastinya akan merugikan pihak Amerika sendiri,” tegas Fadavi.
