Kapal Induk AS Pulang Usai 265 Hari di Laut, 8 Awak Coba Bunuh Diri
Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln kembali ke pangkalannya di San Diego, California, pada Kamis (8/10/2026), setelah menjalani penugasan selama berbulan-bulan untuk mendukung operasi militer dalam perang melawan Iran.
Kapal tersebut menghabiskan 265 hari berturut-turut di laut tanpa singgah di pelabuhan, menjadikannya salah satu penugasan kapal induk AS terpanjang dalam beberapa dekade terakhir.
Kepulangannya menjadi sorotan setelah Angkatan Laut AS mengungkapkan bahwa delapan pelaut dilaporkan melakukan percobaan bunuh diri selama penugasan tersebut.
Dilansir dari Associated Press (AP) yang dikutip South China Morning Post, penugasan panjang itu juga diwarnai laporan mengenai tekanan kesehatan mental awak dan keterbatasan pasokan di kapal.
Meski demikian, sejumlah ahli menilai jumlah percobaan bunuh diri tersebut relatif rendah dibandingkan dengan sekitar 6.000 personel yang tergabung dalam kelompok tempur kapal induk selama penugasan sekitar 10 bulan.
USS Abraham Lincoln Jalani Misi Panjang dalam Perang Iran
USS Abraham Lincoln meninggalkan San Diego pada November 2025 dan tiba di Timur Tengah pada Januari 2026.
Kapal induk tersebut kemudian mendukung operasi militer AS dalam perang melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026, ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap negara itu.
Selama bertugas, USS Abraham Lincoln menjalankan berbagai operasi militer di kawasan Timur Tengah, termasuk mendukung keamanan operasi maritim.
Kapal tersebut mencatat 265 hari berturut-turut di laut tanpa singgah di pelabuhan, sebuah penugasan panjang yang meningkatkan beban terhadap personel maupun peralatan kapal.
USS Abraham Lincoln baru mendapat kesempatan singgah di Thailand pada awal September ketika melakukan perjalanan pulang dari Timur Tengah sebelum melanjutkan perjalanan menuju San Diego.
Baca Juga: Trump Janji Tak Serang Iran Sebelum Pemilu AS, tetapi…
Delapan Awak Dilaporkan Mencoba Bunuh Diri
Penugasan panjang USS Abraham Lincoln mendapat perhatian setelah muncul laporan mengenai tekanan mental yang dialami sejumlah awak.
Selain persoalan kesehatan mental, kapal tersebut juga dilaporkan menghadapi keterbatasan pasokan, termasuk makanan dan produk kebersihan selama menjalankan misi.
Presiden AS Donald Trump bahkan sempat menyatakan pada Agustus bahwa penugasan panjang USS Abraham Lincoln masih “belum cukup lama”.
Namun, pimpinan Angkatan Laut AS kemudian mengakui adanya sejumlah kendala yang dihadapi awak kapal.
Pada Agustus, Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao menjelaskan bahwa USS Abraham Lincoln masih memiliki persediaan makanan yang memadai, tetapi aktivitas pertempuran membatasi kesempatan kapal menerima pasokan tambahan.
Akibatnya, pilihan menu makanan sempat berkurang dari dua menjadi satu dalam waktu singkat.
Dalam surat kepada seorang anggota parlemen Partai Demokrat yang meminta penjelasan, Cao mengatakan bahwa para awak tetap menerima empat kali makan sehari dengan kandungan gizi seimbang.
Angkatan Laut AS juga menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa delapan pelaut melakukan percobaan bunuh diri selama penugasan tersebut.
Laporan itu kembali menyoroti dampak penugasan militer berkepanjangan terhadap kesehatan mental personel.
Menteri Pertahanan AS Beri Penghargaan kepada Awak Kapal
Menjelang kepulangan USS Abraham Lincoln, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengunjungi kapal induk tersebut pada Rabu (7/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Hegseth memberikan penghargaan Presidential Unit Citation kepada awak kapal, salah satu penghargaan tertinggi yang dapat diberikan kepada satuan militer AS atas pencapaian penting dalam pertempuran.
Hegseth menolak pandangan bahwa USS Abraham Lincoln menjadi simbol kegagalan misi atau rendahnya semangat para awak.
Menurut dia, kemampuan personel militer untuk beradaptasi dan bertahan dalam kondisi sulit menjadi salah satu keunggulan mereka.
“Hal yang membuat militer AS, Angkatan Laut AS, dan seluruh pelaut ini berbeda adalah kemampuan kalian untuk beradaptasi, tetap tangguh, dan mengatasi kesulitan. Kalian tetap menyelesaikan misi,” kata Hegseth.
Ia juga menyampaikan pesan dari Presiden Donald Trump kepada para awak kapal.
“Presiden Trump mengikuti kegiatan kalian sejak hari pertama dan sangat bangga dengan apa yang telah kalian laksanakan,” ujarnya.
Kapal Induk AS Jalankan Hampir 3.700 Misi Tempur
Berdasarkan dokumen penghargaan yang dibacakan Hegseth, kelompok tempur USS Abraham Lincoln melaksanakan 3.693 misi tempur selama bertugas di Timur Tengah.
Kelompok tersebut juga dilaporkan menggunakan sekitar 1,37 juta pon persenjataan dan meluncurkan 450 rudal jelajah Tomahawk.
Selain itu, mereka disebut berhasil menembak jatuh 77 drone serang sekali pakai.
Dokumen tersebut turut mencatat klaim penghancuran 64 kapal perang Iran dan 21 rudal jelajah antikapal.
Kelompok tempur itu juga dilaporkan mempertahankan diri dari empat kapal serang cepat dan kapal yang membawa bahan peledak.
Seluruh angka tersebut berasal dari catatan operasi militer AS yang tercantum dalam dokumen Presidential Unit Citation.
Angkatan Laut AS menyatakan USS Abraham Lincoln menjalankan peran penting dalam mendukung keamanan operasi maritim di Timur Tengah selama perang melawan Iran.
Keluarga Sambut Kepulangan Awak USS Abraham Lincoln
Kepulangan kapal induk tersebut disambut keluarga dan orang-orang terdekat para awak di pangkalan Angkatan Laut AS di Coronado, dekat San Diego.
Sejumlah keluarga telah tiba beberapa jam sebelum kapal dijadwalkan merapat pada Kamis.
Mereka mengantre untuk memasuki pangkalan militer dan menyambut anggota keluarga yang telah berbulan-bulan menjalani penugasan.
Menurut Angkatan Laut AS, sebanyak 64 awak yang baru menjadi ayah selama penugasan akan termasuk kelompok pertama yang meninggalkan kapal setelah merapat.
Fernando Cota menjadi salah satu anggota keluarga yang menantikan kepulangan awak USS Abraham Lincoln.
Ia berharap dapat segera mendengar suara putrinya yang berusia 20 tahun, Aixa, setelah berbulan-bulan berpisah.
“Sudah hampir setahun,” kata Cota.
“Saya senang bisa bertemu dengannya setelah sekian lama,” lanjutnya.
Sementara itu, Iveth Foullet datang bersama keluarganya dari Arizona untuk menyambut putranya, Jan, yang berusia 20 tahun.
Foullet berencana mengajak Jan makan malam setelah kepulangannya, sementara keluarga mereka juga telah menyiapkan perayaan ulang tahun Jan pada Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Trump Klarifikasi Ucapan soal Los Angeles serta San Diego
Kapal Induk AS Lainnya Juga Jalani Penugasan Panjang
USS Abraham Lincoln bukan satu-satunya kapal induk AS yang menjalani penugasan panjang untuk mendukung perang melawan Iran.
Sebelumnya, USS Gerald R. Ford menyelesaikan penugasan selama 326 hari, yang menjadi penugasan kapal induk AS terpanjang dalam 50 tahun terakhir dan mencetak rekor pada era setelah Perang Vietnam.
Hegseth menemui awak USS Gerald R. Ford ketika kapal tersebut kembali dari penugasan pada Mei 2026.
Meski durasi keseluruhan penugasannya lebih panjang, USS Gerald R. Ford tidak menghabiskan waktu berturut-turut di laut tanpa singgah selama USS Abraham Lincoln.
Sementara itu, USS George Washington yang biasanya beroperasi di kawasan Asia telah menggantikan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah sejak Agustus 2026.
Dengan kepulangan USS Abraham Lincoln ke San Diego, salah satu penugasan kapal induk AS terpanjang selama perang Iran akhirnya berakhir.
Para awak kini dapat kembali bertemu keluarga setelah menjalani misi panjang yang diwarnai operasi militer berkepanjangan serta laporan mengenai keterbatasan pasokan dan kesehatan mental personel di atas kapal.
