Iran Siap Fasilitasi Dialog Arab Saudi dan Houthi
Iran menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Teheran juga menawarkan bantuan untuk memfasilitasi dialog guna meredakan konflik yang kembali memanas di kawasan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan permusuhan antara Arab Saudi dan Houthi terus berlanjut.
“Kami sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Semenanjung Arab,” kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan pada Senin (12/10/2026), seperti dikutip AFP.
Baca Juga : Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata!
Baqaei menyampaikan bahwa Iran bersedia membantu membuka jalan bagi perundingan antara pihak-pihak yang bertikai.
Dia mengatakan Iran siap “membantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak tersebut”.
“Kami sama sekali tidak ingin permusuhan dan perang terus berlanjut antara dua negara Muslim,” ujar Baqaei.
Ia juga mendesak seluruh pihak yang terlibat agar mengedepankan dialog untuk menyelesaikan konflik, alih-alih melanjutkan aksi militer yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Pernyataan Iran tersebut disampaikan setelah serangkaian serangan Houthi ke Arab Saudi dilaporkan menewaskan 14 orang dalam kurun waktu dua hari.
Serangan terhadap Bandara Internasional Riyadh pada Minggu (11/10/2026) menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 orang lainnya terluka. Sehari sebelumnya, serangan yang disebut sebagai salah satu insiden paling mematikan di wilayah Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade itu menewaskan 13 orang.
Baca Juga : Arab Saudi Tertekan Serangan Houthi, MBS Jadi Sorotan
Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Arab Saudi, termasuk keselamatan penerbangan sipil dan stabilitas kawasan.
Houthi sendiri merupakan bagian dari jaringan yang dikenal sebagai “Poros Perlawanan”, yakni kelompok-kelompok yang didukung Iran dan menentang Israel. Jaringan tersebut juga mencakup Hezbollah di Lebanon serta kelompok bersenjata Syiah di Irak.
Tawaran Iran untuk memfasilitasi dialog muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Meski Teheran menyatakan kesediaannya membantu perundingan, belum ada kepastian mengenai langkah diplomatik lanjutan ataupun respons dari pihak-pihak yang bertikai.
