Ukraina Tuduh AS Bantu Rusia Usai Starlink Melambat
Ukraina menuding Amerika Serikat (AS) membantu Rusia setelah layanan internet Starlink yang digunakan militernya dilaporkan mengalami penurunan kecepatan. Kyiv juga mempertanyakan tidak adanya peringatan dini dari negara-negara Barat sebelum Rusia meluncurkan serangan rudal balistik.
Tuduhan tersebut disampaikan pada Rabu (14/10/2026), ketika Rusia kembali melancarkan serangan ke ibu kota Ukraina, Kyiv, selama dua malam berturut-turut. Dilansir AFP, sejumlah rudal balistik menghantam kota itu sebelum sirene peringatan serangan udara berbunyi. Serangan terhadap fasilitas energi turut menyebabkan lebih dari 600.000 warga kehilangan pasokan listrik.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam serangan tersebut, terlebih setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan usulan gencatan senjata yang mencakup sektor energi.
“Rusia belum pernah sebelumnya menunjukkan sikap tidak hormat yang begitu mencolok terhadap Amerika Serikat,” kata Zelensky.
Baca Juga : Hubungan Korsel dan Ukraina Memanas, Seoul Tarik Dubes dari Kyiv
“Rusia tidak menganggap pernyataan Presiden Amerika sebagai sesuatu yang tegas,” lanjutnya.
Zelensky juga menyoroti ketiadaan peringatan dari mitra-mitra Barat sebelum rudal Rusia diluncurkan. Ia menilai situasi tersebut tidak adil bagi Ukraina yang tengah menghadapi serangan berkelanjutan.
Ukraina Soroti Gangguan Starlink dan Dukungan AS
Seorang pejabat senior Ukraina menuduh Washington memiliki andil dalam situasi yang merugikan pertahanan Kyiv setelah sejumlah terminal Starlink yang digunakan militernya dilaporkan mengalami penurunan kecepatan.
“Jelas sekali mereka (Amerika Serikat) membantu Rusia karena alasan tertentu,” ujarnya kepada AFP.
Tuduhan itu muncul di tengah laporan mengenai ancaman Washington untuk menghentikan kerja sama intelijen yang selama ini membantu Ukraina mendeteksi serangan Rusia.
Penasihat Zelensky, Sergiy Beskrestnov, mengatakan pembatasan layanan Starlink berdampak pada kemampuan Ukraina menghadapi drone Shahed bermesin jet. Menurutnya, jaringan tersebut menjadi salah satu sarana paling efektif untuk mendukung sistem pertahanan negara.
“Melalui tindakan mereka, mitra-mitra kita telah merampas salah satu dari sedikit kesempatan yang kita miliki untuk mempertahankan negara dari serangan pesawat nirawak (drone) Shahed bermesin jet,” tulis Beskrestnov melalui Telegram.
Di sisi lain, Trump menegaskan pada Selasa (13/10/2026) bahwa AS masih memberikan bantuan kepada Ukraina. Seorang pejabat AS juga menyatakan kebijakan Washington tidak mengalami perubahan. Uni Eropa pun mengatakan tidak menemukan indikasi bahwa kerja sama intelijen telah dihentikan.
Hingga kini, belum diketahui apakah keterlambatan peringatan serangan disebabkan perubahan kebijakan, gangguan teknis, atau penggunaan rudal Rusia yang lebih sulit dideteksi.
Elon Musk, pemilik Starlink, sebelumnya telah menyatakan dukungannya kepada Trump. Sementara itu, Trump menuai kritik dari sejumlah sekutu Barat setelah mengumumkan kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia dan mengusulkan gencatan senjata energi.
Trump juga mengkritik serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia, bahkan menyarankan agar Zelensky diganti dari jabatannya sebagai presiden.
Rusia Pantau Sikap AS, Serangan ke Ukraina Berlanjut
Kremlin menyatakan terus memantau kemungkinan perubahan sikap Washington dalam memberikan dukungan kepada Kyiv. Meski demikian, pemerintah Rusia menilai belum cukup bukti untuk menyimpulkan adanya perubahan besar dalam kebijakan AS.
“Kami mencermati semua hal ini dengan saksama. Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang bersifat sistemik,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Sementara itu, serangan Rusia kembali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah Ukraina. Di Kyiv, sedikitnya lima orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka. Infrastruktur listrik dan pemanas di Kharkiv juga menjadi sasaran serangan.
Baca Juga : Saat Trump Ingin Bertemu, Kim Jong Un Pamer Rudal
Serangan turut dilaporkan terjadi di Zhytomyr, Sumy, dan Chernihiv. Di wilayah Dnipropetrovsk, dua orang dilaporkan tewas, sedangkan Zaporizhzhia mencatat satu korban jiwa.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mendesak negara-negara sekutu meningkatkan bantuan pertahanan udara untuk Ukraina menjelang musim dingin. Desakan itu muncul karena suhu di negara tersebut diperkirakan dapat turun hingga minus 20 derajat Celcius, sehingga gangguan pasokan listrik dan pemanas berpotensi memperburuk kondisi warga.
Zelensky, yang dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di London, menyatakan Ukraina bersedia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia. Namun, ia menuding Kremlin telah menyia-nyiakan kesempatan untuk meredakan konflik.
Di sisi lain, Rusia melaporkan satu orang tewas akibat serangan drone Ukraina di Balakovo, wilayah Saratov. Otoritas Rusia juga mengklaim telah menjatuhkan hampir 500 drone yang mengarah ke Moskwa serta sekitar 160 drone lainnya di wilayah Rostov.

[…] Ukraina Tuduh AS Bantu Rusia Usai Starlink Melambat […]