ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Batas November 2026
Negara-negara ASEAN akan membahas persoalan kabut asap lintas batas yang menyelimuti sejumlah wilayah Asia Tenggara dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri pada November 2026. Pembahasan tersebut dijadwalkan berlangsung menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, dengan Filipina sebagai ketua organisasi regional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, mengonfirmasi bahwa isu kabut asap akan menjadi salah satu agenda pertemuan.
“Hal itu masuk dalam agenda,” ujarnya seperti dikutip Reuters, Selasa (13/10/2026), merujuk pada pertemuan persiapan para menteri luar negeri bulan depan.
Baca Juga : Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Lawan Houthi
Kabut asap yang menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Indonesia. Dampaknya turut dirasakan Singapura dan Malaysia. Bahkan, Malaysia sempat meliburkan sekolah di sejumlah negara bagian pada pekan lalu karena kualitas udara memburuk hingga masuk kategori tidak sehat.
Kebakaran yang terutama terjadi di Sumatra dan Kalimantan tersebut disebut sebagai karhutla terparah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir. Situasi ini kembali menyoroti dampak kebakaran lahan terhadap negara-negara tetangga sekaligus pentingnya kerja sama regional untuk mengatasi kabut asap lintas batas.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan pada Senin menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke forum ASEAN. Menurutnya, mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani bencana alam belum secara khusus mencakup masalah kabut asap lintas batas.
Malaysia sebelumnya telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk memadamkan kebakaran. Namun, proses penanganan di sejumlah lokasi menghadapi berbagai hambatan, mulai dari buruknya jarak pandang hingga sulitnya akses menuju titik kebakaran.
Mohamad mengatakan, berdasarkan komunikasinya dengan mitra dari Indonesia, kondisi di lapangan juga belum mendukung pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca atau penyemaian awan.
Maskapai Malaysia Perpanjang Pembatalan Penerbangan
Dampak kabut asap juga mengganggu aktivitas penerbangan di kawasan. Maskapai berbiaya hemat asal Malaysia, Firefly, memperpanjang pembatalan penerbangan pada rute Kuala Lumpur-Singapura hingga Rabu. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah keselamatan menyusul kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia serta memburuknya kualitas udara.
Baca Juga : IMF Prediksi Ekonomi Timur Tengah Anjlok di 2026
Dalam pernyataan pada Senin malam, Firefly menyebut perpanjangan penghentian penerbangan itu sebagai “langkah keselamatan proaktif”. Maskapai tersebut mengatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan kepada penumpang yang terdampak.
Menurut laporan AFP, penerbangan dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di dekat Kuala Lumpur menuju Bandara Seletar di Singapura telah ditangguhkan sejak Sabtu. Gangguan ini terjadi ketika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan menyebarkan kabut asap ke wilayah sekitarnya, dengan kondisi yang diperburuk oleh fenomena El Nino kuat.
