Trump dan Netanyahu Beda Sikap soal Iran, Serangan Israel Batal
Rencana Israel melancarkan serangan militer selama beberapa hari terhadap Iran pada 10 Oktober 2026 dibatalkan setelah mendapat penolakan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Perbedaan sikap ini muncul ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin melanjutkan serangan berskala besar terhadap Iran, sementara Trump berupaya mencegah konflik militer kembali meluas menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.
Menurut laporan Financial Times, Netanyahu bahkan telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk menyusun rencana serangan baru terhadap Iran.
Baca Juga: Iran Bantah Ekonominya di Ambang Keruntuhan, AS Sebut IRGC Kehabisan Dana
Israel Siapkan Serangan Lebih Besar terhadap Iran
Tiga orang yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa militer Israel telah menyiapkan sejumlah sasaran serangan, termasuk infrastruktur sipil, fasilitas nuklir, dan target yang berkaitan dengan rezim Iran.
Operasi yang direncanakan itu disebut akan memiliki skala lebih besar dibandingkan Operasi Roaring Lion yang dilancarkan Israel pada Februari 2026.
Namun, Trump dilaporkan menentang rencana tersebut karena tidak ingin memicu kembali konflik militer di Timur Tengah menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Meski rencana serangan pada Oktober dibatalkan, kemungkinan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang belum sepenuhnya tertutup.
Sejumlah orang yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut kedua negara masih berpeluang kembali melancarkan serangan bersama.
Menteri Pertahanan AS Bertemu Netanyahu secara Tertutup
Di tengah perbedaan sikap mengenai Iran, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan menggelar pertemuan tertutup dengan Netanyahu di Pangkalan Udara Ovda, Israel, pada Senin (19/10/2026).
Dua sumber mengonfirmasi pertemuan tersebut kepada media Israel, Walla, pada Selasa (20/10/2026).
Hegseth dilaporkan tiba menggunakan pesawat angkut militer, bukan pesawat pemerintah AS, untuk menghindari kecurigaan terkait pertemuan tertutup itu.
Baca Juga: Staf Kedubes di Ukraina Ditarik, Korea Selatan Ancam Korut
Reuters juga melaporkan bahwa Hegseth mengonfirmasi kunjungannya, tetapi tidak bersedia menjelaskan secara terperinci pembicaraannya dengan Netanyahu.
Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, Iran menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dilaporkan turut menghadiri pertemuan itu, sedangkan Kepala Staf IDF Eyal Zamir dan sejumlah pejabat senior Israel lainnya tidak diundang demi menjaga kerahasiaan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa mencapai kesepakatan dengan Iran merupakan hal yang sulit di tengah ketidakpastian mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Teheran.
Dalam wawancara dengan Network18, Rubio menyebut kepemimpinan Iran dikendalikan oleh kelompok garis keras.
Rubio juga menuding pasukan Iran menargetkan kapal komersial dan para pelaut di Selat Hormuz.

[…] Trump dan Netanyahu Beda Sikap soal Iran, Serangan Israel Batal […]
[…] Trump dan Netanyahu Beda Sikap soal Iran, Serangan Israel Batal […]