Netanyahu Perintahkan Mossad Gulingkan Rezim Iran
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuding Iran kembali berusaha mengembangkan senjata nuklir yang ia sebut sebagai “senjata maut”. Ia juga mengungkapkan telah menginstruksikan Mossad, Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serta sejumlah badan keamanan lainnya untuk menggulingkan rezim di Teheran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghentikan rencana serangan Israel terhadap Iran menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.
Dalam upacara kelulusan perwira IDF di pangkalan pelatihan Bahad 1, Israel selatan, pada Rabu, Netanyahu menuduh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei kembali menghidupkan ambisi nuklir negaranya.
“Mojtaba telah mencabut pengamannya, dan Iran sekali lagi mencoba mengembangkan senjata mautnya,” ujar Netanyahu.
Baca Juga : Trump Bantah Ada Negosiasi dengan Iran, Sebut Konflik Akan Selesai
Ia menilai penggulingan pemerintahan Iran merupakan satu-satunya jalan untuk menghilangkan ancaman tersebut secara permanen. Netanyahu mengatakan langkah itu telah menjadi arahannya kepada IDF, Mossad, dan badan-badan keamanan Israel.
“Selama mereka berupaya memperoleh senjata yang begitu mengerikan, Negara Israel menghadapi ancaman eksistensial, dan tugas kita adalah menyelamatkan bangsa ini,” imbuhnya, seperti dilansir Ynet, Kamis (22/10/2026).
Netanyahu Klaim Trump Sepakat soal Pergantian Rezim Iran
Netanyahu juga mengklaim bahwa Presiden Trump memiliki pandangan serupa mengenai perlunya pergantian rezim di Teheran.
“Teman saya, Presiden Trump, juga meyakini bahwa inilah satu-satunya cara,” kata Netanyahu.
Ia mengaku Trump sempat menyampaikan kepadanya beberapa hari sebelumnya bahwa AS siap menuntaskan upaya tersebut bersama Israel.
“Kami siap untuk menyelesaikan tugas ini, tetapi kami hanya akan melakukannya bersama Anda, Negara Israel.”
Netanyahu menegaskan Israel akan melanjutkan langkah tersebut. Ia menggunakan perumpamaan gurita untuk menggambarkan strategi menghadapi Iran beserta kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya.
“Kami akan melumpuhkan kepala gurita tersebut dan kemudian memotong tentakel-tentakel lainnya. Kami akan melenyapkan Hamas dan Hizbullah,” lanjutnya.
Pidato Netanyahu Tak Disiarkan Langsung Menjelang Pemilu
Pidato Netanyahu dalam upacara kelulusan perwira tersebut tidak ditayangkan secara langsung oleh militer Israel. Keputusan itu diambil setelah Jaksa Agung Gali Baharav-Miara melarang siaran langsung karena khawatir penayangan tersebut dapat dianggap sebagai kampanye pemilu ilegal.
Larangan tersebut berlaku kurang dari sepekan sebelum warga Israel memberikan suara dalam pemilu.
Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan bahwa keputusan itu mengikuti arahan wakil jaksa agung dan mempertimbangkan waktu pelaksanaan pemilu yang semakin dekat.
“Sesuai dengan arahan wakil jaksa agung, dan mengingat dekatnya waktu pemilu, Unit Juru Bicara IDF tidak akan menyiarkan pidato secara langsung dalam upacara tersebut,” demikian pernyataan militer Israel.
Baca Juga : Macron Sindir Trump dan Netanyahu soal Kerusuhan Negaranya
Menteri Pertahanan Israel Katz turut menyampaikan sambutan di hadapan para perwira yang baru dilantik beserta keluarga mereka. Ia mengawali pidatonya dengan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Netanyahu.
“Perdana Menteri, kami punya kejutan untuk Anda! Hari ini Anda merayakan ulang tahun, dan atas nama semua orang di sini, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun serta berterima kasih atas segala yang telah Anda lakukan untuk Negara Israel,” ujar Katz.
Israel Waspadai Dugaan Serangan Iran Menjelang Pemilu
Setelah itu, Katz membahas situasi keamanan dengan memperingatkan adanya dugaan upaya serangan dari pihak musuh yang berpotensi memengaruhi hasil pemilu Israel.
“Dalam beberapa hari terakhir, kami telah mendeteksi upaya dari pihak musuh—terutama Iran dan kelompok-kelompok proksinya—untuk melancarkan serangan yang dapat memengaruhi hasil pemilu Israel,” katanya.
Katz menilai pemerintahan Iran sedang berada dalam kondisi paling lemah. Menurutnya, situasi tersebut justru berpotensi mendorong Teheran mengambil langkah yang lebih ekstrem, termasuk terhadap Israel.
Ia pun menyampaikan peringatan langsung kepada pemerintah Iran bahwa Israel siap menggagalkan serangan dan memberikan balasan.
“Pesan kami kepada rezim Iran sangat jelas: Kami melihat upaya Anda, kami siap menggagalkannya, dan kami siap menyerang balik dengan kekuatan penuh. Jika Iran menyerang Israel, Iran akan terbakar,” tegas Katz.
Kepala Staf IDF Serukan Persatuan Nasional
Kepala Staf Umum IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, juga menyampaikan pidato dalam upacara tersebut. Ia menekankan bahwa pertahanan Israel merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditempatkan di atas perbedaan politik.
Baca Juga : AS Tarik Diplomat dari Saudi Usai Serangan Houthi
“Misi untuk mempertahankan Negara Israel adalah tanggung jawab kita bersama dan jauh lebih besar daripada perbedaan pendapat apa pun,” ujar Zamir.
Ia menambahkan bahwa persatuan di tubuh militer merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga kekuatan IDF.
“IDF adalah tentara rakyat, dan persatuan di dalamnya merupakan syarat bagi kekuatannya.”
Kepada para perwira yang baru dilantik, Zamir berpesan agar mereka memimpin prajurit dengan keberanian dan kebijaksanaan serta memahami tujuan dari tugas yang dijalankan.
“Saya menaruh kepercayaan kepada Anda. Bersama-sama, kita akan melangkah menuju keamanan dan kemenangan. Rakyat Israel bangga kepada Anda,” tutupnya.
