AHY: Kebutuhan Anggaran Pemulihan Bencana di Sumut, Sumbar, Aceh Tembus Rp50 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran awal untuk pemulihan bencana di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 triliun.
“Saya baru saja kemarin berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum. Kalkulasi awalnya membutuhkan anggaran Rp50 sekian triliun. Kalkulasi awal ya, ini tentu tidak bisa saya katakan definitif karena masih terus berkembang,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (10/12/2025).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Hunian Baru untuk Korban Banjir Sumatera – Economix
Menurut AHY, pembaruan data terus dilakukan oleh BNPB dan kementerian/lembaga terkait. Ia juga telah meminta agar kebutuhan anggaran terus diperbarui, terutama untuk mendukung perpanjangan fase tanggap darurat serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian terkait untuk menghitung kebutuhan anggaran secara detail dan memastikan kesiapan penanganan bencana, khususnya saat pelaksanaan di lapangan.
“Tidak boleh ada hal yang tidak dilakukan secara cepat. Tapi juga tidak boleh grasah-grusuh. Membangun kembali bukan sekadar cepat, tetapi juga harus berkualitas, agar tidak tetap rentan terhadap bencana,” tegas AHY.
Baca Juga: Prabowo Hapus Utang KUR bagi Petani Aceh Terdampak Bencana – Economix
Kerusakan Infrastruktur
AHY memaparkan bahwa infrastruktur terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencakup 52 kabupaten. Kerusakan terdiri dari:
- 1.200 fasilitas umum
- 199 fasilitas kesehatan
- 534 fasilitas pendidikan
- 420 rumah ibadah
- 234 gedung/kantor
- 435 jembatan
- 259 akses terdampak
- 163 akses terputus
- 101 jalan terputus
- 62 jembatan terputus
Selain itu, sebanyak 156.500 rumah juga terdampak, terdiri dari 143.427 rumah rusak berat, 2.298 rusak sedang, dan 10.808 rusak ringan.
AHY menambahkan bahwa ia akan segera bertolak ke Sumut dan Aceh, khususnya Aceh Tamiang, untuk memastikan proses penanganan bencana di lapangan berjalan efektif.
“Saya siang hari ini akan kembali ke Sumatera Utara dan ke Aceh, khususnya Aceh Tamiang, yang juga merupakan salah satu daerah yang paling buruk terdampak bencana. Saya ingin lihat secara langsung, sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan ini bisa berjalan dengan taktis dan efektif,” pungkasnya.
Baca Juga: Kapolri Usut Asal Kayu Gelondongan Penyebab Banjir – Economix
