Iran Pasang Billboard Trump dalam Peti Mati, Pesan Menggemparkan
Pemerintah Iran memasang sebuah billboard raksasa bergambar Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terbaring di dalam peti mati di ibu kota Teheran. Papan reklame tersebut berdiri di kawasan Lapangan Enghelab dan menjadi simbol terbaru propaganda Iran di tengah memanasnya konflik dengan Washington.
Menurut laporan The New York Times, Kamis (16/7/2026), warga yang melintas di kawasan itu sebenarnya telah terbiasa melihat billboard bertema politik maupun gambar tokoh-tokoh penting. Namun, kali ini perhatian tertuju pada ilustrasi Trump yang digambarkan berada di dalam peti mati hitam terbuka.
Baca Juga : Iran Sebut Kekuasaan dengan AS Tidak Berlaku Lagi
Dalam ilustrasi tersebut, Trump digambarkan dengan mata dan mulut tertutup, rambut acak-acakan, serta kedua tangan bertumpu di atas dasi merah yang menutupi bagian perut. Sementara itu, kedua kakinya tampak menjulur lurus di ujung peti mati.
Propaganda Iran Semakin Agresif
Lapangan Enghelab memang kerap menjadi lokasi pemasangan billboard bertema politik. Pada Januari lalu, misalnya, papan reklame di lokasi yang sama menampilkan ilustrasi serangan terhadap kapal perang Amerika Serikat dengan jejak darah yang membentuk pola menyerupai bendera AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, pesan-pesan yang menyerukan pembalasan atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei terus bermunculan di berbagai media propaganda Iran. Namun, visual yang menampilkan Trump di dalam peti mati dinilai sebagai salah satu bentuk propaganda paling mencolok.
Di atas ilustrasi peti mati, terdapat grafiti berwarna putih bertuliskan “Kami Akan Membunuh Trump” dalam bahasa Persia dan Inggris.
Gaya tulisan tersebut dibuat menyerupai coretan kapur di papan tulis yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk menyampaikan pesan duka selama prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Selain itu, grafiti tersebut juga menyebut Ali Khamenei sebagai seorang martir.
Singgung Korban Serangan di Minab
Billboard itu turut memuat tulisan “Untuk mengenang anak-anak Minab”, merujuk pada kota di Iran bagian selatan yang menjadi lokasi serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Baca Juga : Iran Bakal Terus Digempur AS hingga Merasa Puas
Menurut narasi yang disampaikan dalam billboard tersebut, serangan itu menghantam sebuah sekolah dasar di Minab bersamaan dengan operasi terhadap pangkalan angkatan laut Iran yang berada di wilayah sekitar.
Pemasangan billboard tersebut memperlihatkan bagaimana ketegangan politik dan militer antara Iran dan Amerika Serikat juga diwujudkan melalui simbol-simbol propaganda di ruang publik.
