Iran Tegaskan Belum Berniat Lanjutkan Negosiasi dengan AS
Iran menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.
Pemerintah Iran saat ini memilih memusatkan perhatian pada upaya mempertahankan keamanan dan kedaulatan negara di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, saat berbicara kepada media lokal di sela-sela sebuah upacara peringatan di Teheran pada Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Blokade Minyak Terancam, Perang AS-Iran Memanas, Hormuz Diblokade
“Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi, dan fokusnya adalah pada pertahanan negara,” kata Baghaei.
Ia menegaskan Iran tidak akan mematuhi kesepakatan apa pun apabila Amerika Serikat tidak menjalankan kewajiban yang telah disepakati sebelumnya.
“Ini adalah prinsip yang teguh, dan Iran akan terus mematuhinya,” tegas Baghaei.
Menurut dia, pemerintah AS telah melanggar komitmen yang tercantum dalam perjanjian gencatan senjata sejak kesepakatan tersebut mulai berlaku.
Karena itu, Teheran menilai tidak ada dasar yang cukup untuk melanjutkan pembicaraan dengan Washington saat ini.
Di tengah memanasnya hubungan kedua negara, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, melaporkan adanya serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat terhadap Pulau Hengam, yang berada di dekat Selat Hormuz.
Baca Juga: Brasil Resmi Dihantam AS dengan Tarif 25, Lula Melawan
Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci tingkat kerusakan yang terjadi maupun kemungkinan adanya korban akibat serangan tersebut.
Hingga laporan ini disusun, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan serangan terhadap Pulau Hengam.
Pernyataan terbaru dari Teheran menambah ketidakpastian mengenai peluang dialog antara Iran dan AS. Situasi ini juga berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
