Presiden AS Soroti Merger Dua Raksasa Hiburan Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaruh perhatian serius terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Netflix. Menurut Trump, penggabungan dua raksasa hiburan dunia itu berpotensi menimbulkan persoalan persaingan usaha karena besarnya pangsa pasar yang akan dikuasai perusahaan gabungan tersebut.
“Tak diragukan lagi,” kata Trump ketika ditanya mengenai kesepakatan itu saat menghadiri acara Kennedy Center Honors, Selasa (10/12/2025).
Pernyataan tersebut memunculkan sorotan luas, mengingat merger Netflix dan Warner Bros. Discovery bernilai sekitar 72 miliar dollar AS (sekitar Rp) dan berpotensi membentuk kekuatan dominan baru di industri hiburan global. Jika disetujui regulator, perusahaan hasil merger akan menggabungkan layanan streaming global Netflix dengan aset hiburan Warner Bros. Discovery, termasuk HBO Max, DC Studios, serta jaringan produksi film dan televisi berskala internasional.
Baca Juga: Bahas Bencana Sumatera, Prabowo Gelar Rapat dengan Menteri
Namun, dalam kesempatan berbeda di Gedung Putih sehari setelahnya, Trump menyampaikan pernyataan yang lebih berhati-hati. Ia mengaku belum mengetahui detail kesepakatan tersebut, meskipun mengaku mengenal baik perusahaan-perusahaan yang terlibat.
Meski begitu, ia menambahkan bahwa ukuran pangsa pasar gabungan tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Trump juga menegaskan posisinya sebagai presiden yang ingin memastikan keputusan pemerintah berada pada jalur yang tepat
“Tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar teman dekat saya. Tapi saya ingin melakukan hal yang benar,” ucap dia.
Sorotan Trump semakin kuat setelah muncul kabar bahwa Paramount mengajukan tawaran hostile takeover terhadap Warner Bros. Discovery. Upaya tersebut didukung oleh sejumlah investor, termasuk firma ekuitas yang didirikan oleh menantu Trump, Jared Kushner. Meski demikian, Trump menegaskan dirinya tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Kushner terkait isu tersebut
Baca Juga: Survei Tunjukkan Alasan Perempuan Indonesia Ambil Career Break
“Saya tidak berbicara dengan Jared tentang itu,” kata Trump, seraya menyebut bahwa Kushner tengah fokus pada misi diplomasi Amerika Serikat untuk mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza.
Trump menyatakan akan ikut terlibat dalam keputusan akhir apakah pemerintah federal akan menyetujui merger tersebut. Ia menekankan bahwa proses penilaian akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Akan ada prosesnya dan kita lihat nanti,” ujar dia.
Meski menyuarakan kekhawatiran, Trump juga sempat memuji Netflix. Dalam acara Kennedy Center, ia menyebut perusahaan itu sebagai “luar biasa” dan memuji CEO Netflix Ted Sarandos. Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu Sarandos di Oval Office sebelum kesepakatan merger diumumkan pada 5 Desember.
Namun, Trump kembali menegaskan kekhawatirannya terhadap potensi dominasi pasar yang terlalu besar. “Tidak diragukan lagi. Ini bisa jadi masalah,” tegasnya.
Rencana merger ini dinilai dapat mengubah peta persaingan industri hiburan dunia, sekaligus menjadi ujian besar bagi regulator antimonopoli di Amerika Serikat dalam menilai konsentrasi kekuatan pasar di era streaming global.
Baca Juga: Daftar Kampus Terbaik AS 2025 menurut Linkedin

[…] Presiden AS Soroti Merger Dua Raksasa Hiburan Dunia […]
[…] Presiden AS Soroti Merger Dua Raksasa Hiburan Dunia […]