Isu Taiwan Memanas, China Sanksi Mantan Pejabat Militer Jepang
China menjatuhkan sanksi terhadap mantan pejabat tinggi militer Jepang, Shigeru Iwasaki, sebagai respons atas perannya sebagai penasihat kebijakan pemerintah Taiwan. Langkah tersebut menjadi eskalasi terbaru ketegangan antara Beijing dan Tokyo yang dipicu oleh isu Taiwan.
Kementerian Luar Negeri China pada Senin menyatakan bahwa Iwasaki, yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang pada periode 2012–2014, dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Anti-Sanksi Asing. Sanksi itu dijatuhkan setelah Iwasaki ditunjuk oleh Kabinet Taiwan sebagai konsultan kebijakan untuk masa jabatan satu tahun sejak Maret lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa isu Taiwan menyentuh inti kepentingan utama China dan merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.
Dalam konferensi pers yang dikutip Newsweek, Kamis (18/12/2025), Guo menuduh Iwasaki telah berkolusi dengan kekuatan separatis pro-kemerdekaan Taiwan serta melakukan provokasi serius yang dinilai melanggar kesepakatan yang telah ada antara China dan Jepang.
“Masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama China dan merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar,” ujar Guo Jiakun, dikutip Newsweek, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga: China Serang Nelayan Filipina, Picu Kecaman AS – Economix
Hubungan kedua negara kian memanas sejak awal November, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa kemungkinan blokade militer China terhadap Taiwan berpotensi memicu intervensi militer bersama Jepang dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut dibalas Beijing dengan sejumlah langkah, termasuk penerbitan peringatan perjalanan dan penangguhan penerbangan ke Jepang, disertai tudingan bahwa Tokyo melakukan provokasi militer.
China terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun Beijing tidak pernah memerintah pulau tersebut. Pemerintah China juga berulang kali menegaskan tekadnya untuk menyatukan Taiwan, termasuk dengan penggunaan kekuatan militer jika dianggap perlu.
Dari Tokyo, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan kekecewaannya atas keputusan Beijing.
Ia menilai China telah memberikan tekanan kepada individu hanya karena memiliki pandangan yang berbeda, sembari menegaskan bahwa Jepang akan terus menyampaikan posisinya kepada pemerintah China.
“Jepang akan terus menyampaikan posisinya kepada pihak China,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar de facto Taiwan untuk Jepang, Lee Yi-yang, menilai tekanan Beijing terhadap Tokyo memiliki batas. Ia menyoroti peran strategis Jepang dalam rantai pasok semikonduktor global, dengan penguasaan sekitar 50% pangsa pasar material semikonduktor dan 30% peralatan terkait, yang sebagian besar diekspor ke China.
Menurutnya, jika Jepang menggunakan keunggulan tersebut sebagai langkah balasan, China juga akan menanggung dampak signifikan.
Sebagaimana sanksi Beijing sebelumnya terhadap politisi asing yang dianggap melanggar garis merahnya, sanksi terhadap Iwasaki dinilai bersifat simbolis.
Langkah itu mencakup larangan masuk ke wilayah China, pembekuan aset yang mungkin dimilikinya di China, serta larangan bagi individu dan entitas China untuk menjalin hubungan bisnis atau aktivitas lain dengannya.
Baca Juga: Siaga Perang Asia, AS Siapkan Pangkalan Militer di Dekat China – Economix

[…] Baca Juga: Isu Taiwan Memanas, China Sanksi Mantan Pejabat Militer Jepang – Economix […]