Indonesia Bereaksi Keras soal Penangkapan Presiden Maduro
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), menyatakan terus memantau secara saksama perkembangan situasi politik dan keamanan di Venezuela yang melibatkan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro beserta istrinya pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
Baca Juga : Industri Migas Venezuela diambil Alih, Ini Dampaknya!
Kemlu RI menegaskan bahwa Indonesia menaruh keprihatinan mendalam terhadap setiap tindakan yang mengedepankan penggunaan atau ancaman kekuatan. Menurut pemerintah, langkah semacam itu berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional, mengganggu stabilitas serta perdamaian kawasan, dan pada akhirnya melemahkan prinsip kedaulatan negara serta diplomasi.
Dalam pernyataannya, Kemlu RI juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak dan kehendak rakyat Venezuela. Indonesia berpandangan bahwa rakyat Venezuela memiliki hak penuh untuk menjalankan kedaulatannya serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsanya tanpa intervensi pihak luar.
Pemerintah Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar mengedepankan dialog, menahan diri, dan senantiasa mematuhi hukum internasional. Hal tersebut mencakup prinsip-prinsip yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta hukum humaniter internasional, khususnya terkait perlindungan warga sipil yang keselamatan dan kondisinya harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi konflik.
Baca Juga : Netanyahu dan Trump Pesta Bersama di Tahun Baru, Ada Apa?

[…] Indonesia Bereaksi Keras soal Penangkapan Presiden Maduro […]