PM Israel Netanyahu Dukung Trump Tangkap Maduro, Kenapa Bisa?
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah pasukan AS melakukan operasi militer di Caracas yang berujung pada penangkapan pemimpin Venezuela itu.
Netanyahu menilai tindakan Washington memang diperlukan untuk memulihkan kebebasan dan keadilan di kawasan. Sikap tersebut disampaikan saat ia membuka rapat kabinet pemerintah Israel, sebagaimana dilaporkan AFP pada Minggu (4/1).
“Terkait Venezuela, saya ingin menyampaikan dukungan dari seluruh pemerintah Israel atas keputusan yang tegas dan tindakan kuat Amerika Serikat untuk memulihkan kebebasan dan keadilan di kawasan tersebut,” ujar Netanyahu.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Kolombia usai Tangkap Maduro
Dukungan Israel ini mempertegas posisi Tel Aviv yang berada di belakang kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump. Penangkapan Maduro disebut sebagai puncak agresi AS terhadap Venezuela sejak Trump memimpin pada periode pertamanya.
Langkah tersebut juga menandai eskalasi besar dalam hubungan AS-Venezuela yang selama ini diwarnai sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik terhadap pemerintahan Maduro.
Operasi Penangkapan di Caracas
Sebelum pernyataan Netanyahu, Amerika Serikat melancarkan operasi militer langsung ke kediaman Presiden Nicolas Maduro di Caracas. Dalam operasi itu, pasukan AS menculik Maduro dari rumahnya pada tengah malam.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka saat sedang tidur. Keduanya kemudian ditangkap oleh pasukan elite Amerika Serikat.
Operasi penggerebekan tersebut dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS yang dikenal kerap terlibat dalam misi berisiko tinggi di luar negeri. Penangkapan ini menambah daftar pemimpin negara yang pernah ditangkap paksa oleh Amerika Serikat.
Sebelumnya, AS pernah menangkap pemimpin Panama Manuel Noriega, Presiden Irak Saddam Hussein, hingga mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez.
Menurut Trump, Maduro ditangkap di sebuah rumah yang diklaimnya menyerupai benteng dan memiliki pengamanan ketat. Ia mengatakan rencana penangkapan sebenarnya telah disiapkan sejak awal pekan, namun baru dieksekusi setelah kondisi cuaca dinilai memungkinkan.
Baca Juga: Trump Ambil Alih Kendali Minyak Venezuela, Maduro Menunggu Sidang
Maduro Dibawa ke New York
Dalam wawancara dengan program Fox & Friends Weekend, Trump menjelaskan bahwa Maduro berada di sebuah rumah yang “sangat dijaga ketat” saat hendak ditangkap. Setelah diamankan, Maduro dan istrinya dibawa menggunakan helikopter menuju kapal USS Iwo Jima.
Dari kapal tersebut, keduanya kemudian diterbangkan ke New York. Setibanya di Amerika Serikat, Maduro dibawa ke Manhattan dari Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart menggunakan helikopter sebelum dipindahkan dengan kendaraan khusus ke Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.
Maduro dijadwalkan menghadapi dakwaan di pengadilan federal AS di Manhattan atas tuduhan narkoterorisme. Kasus ini diperkirakan akan memicu reaksi luas dari komunitas internasional serta memperpanjang ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.
Baca Juga: Rudal Hipersonik Ditembakkan Kim Jong Un usai Kecam AS di Venezuela

[…] PM Israel Netanyahu Dukung Trump Tangkap Maduro, Kenapa Bisa? […]